Karena kehujanan beberapa waktu lalu ditambah kondisi fisik yang kurang fit karena lelah diperparah dengan cuaca yang tak menentu hujan lebat dan panas menyengat sekaligus, tubuh saya lalu kalah maka paginya bangun dengan keadaan yang sangat lemah…..tetapi saya tetap berusaha untuk beranjak dari tempat tidur namun badan terasa begitu berat karena seluruh persendian seolah seperti akan lepas. Kedua kaki begitu lemah untuk menopang tubuh lalu demam tinggi maka kloplah derita saya hari itu dibulan pertama tahun 2010.
Welcome 2010 !
Saya tak ingin sakit sebenarnya disaat ini. Benar-benar tak ingin. Dengan sekuat tenaga saya berusaha bangun dengan tubuh tegak namun beberapa detik kemudian tubuh ini telah terhempas kembali ditempat tidur. Nyeri dibagian pinggang tiba-tiba muncul disusul dengan rasa sakit yang luar biasa. Sungguh sakitnya tak terhingga. Keringat dingin seperti mengalir keluar dari tubuh saya, dan karena tak mampu menahan sakit yang begitu rupa, akhirnya seluruh isi perut saya keluar semua sampai akhirnya benar-benar tak ada lagi yang dapat dikeluarkan. Akhirnya dengan tak mampu lagi menahan rasa sakit, walau telah berupaya mengalihkan perhatian dari rasa sakit itu, saya tak mampu lagi untuk tidak menangis. Sambil menangis karena kesakitan dan menangisi kelemahan tubuh ini sayapun memohon pada Tuhan…….jangan biarkan saya sakit Tuhan…karena masih ada yang harus saya lakukan segera…tolong saya Bapa, setidaknya untuk saat-saat ini, walau saya tahu sakit ini adalah hasil kecerobohan saya sendiri, lagipula saya begitu paranoit kalau harus ke dokter….tapi diatas semua ini …………saya tahu Tuhan lebih mengenali saya, dan saya mengharapkan Tuhan lebih dari apapun-disaat-saat seperti begini.
Walau karenanya saya dicap aneh oleh sang suami sambil segera menyeret saya ke dokter, saat itu juga. Pengalaman pahit saya mengawali tahun 2010,tahun Macan bagi orang Tianghoa, tahun Ayin bagi orang Yahudi, tahun penuh rahmat dan anugerah, bagi saya……..ha..ha..ha….
Sahabat, sakit, atau kesakitan adalah suatu kata yang sangat mengerikan. Menjadi momok yang menakutkan. Dan bagi saya suatu keadaan yang menyedihkan, karena bisa memenjarakan saya dalam rasa mengasihani diri yang berlarut. Karena itu pikir saya, semoga ini tak akan lama, setidaknya untuk saat ini. Saat dimana keadaan dan kondisi mengharuskan saya untuk tetap bertahan, menjadi kuat dan tak harus menyerah dengan keadaan diri. Karena jika berlarut, takut saya, yang sakit bukan hanya fisik saya, tapi bisa-bisa menjalar ke pikiran. Soalnya saya bisa saja tergoda untuk mengasihani diri secara berlebihan-sesuatu yang tidak sehat yang sering saya lakukan, dulu.
Sahabat, hari-hari kedepan, sama seperti orang lainnya di negeri ini, kita mungkin akan diperhadapkan pada kondisi yang tak menentu, tak terprediksi. Seorang sahabat yang pandai menulis diblognya dengan begitu baik tentang ketidakpastian dan hari plus hati yang tak terselami yang kita hadapi bersama di tahun 2010 ini – (atau mungkin juga untuk tahun-tahun selanjutnya, pikir saya). Saya setuju dengannya, kita tak tahu apa yang bakal terjadi didepan nanti sahabat, kita hanya harus siap dan lengkapi diri untuk dapat bertahan atau mungkin untuk tetap dapat survive bahkan keluar sebagai pemenang dari kehidupan yang tak pasti dan tak terselami ini. I Hope …… and still grow in hope…!
Karena itu, kalau boleh, saya namakan tahun ini tahun penuh rahmat dan anugerah saja ya….! Kenapa harus saya namakan seperti itu ? karena benar, apa yang tersaji ditahun ini tak bisa kita selami, tak dapat diketahui secara pasti. Karena tak pasti dan tak terselami inilah, maka tentu orang berusaha mencari dan menemukan formula yang pas untuk menghadapinya, dengan dua kemungkinan. Mungkin berhasil dan mungkin pula tidak. Lalu pastinya kita akan menemui banyak persoalan, masalah dan tantangan baru yang harus pula dihadapi. Kalau saya, yang pasti tak bisa sendiri menghadapi ini , saya perlu sesuatu yang melebihi kemampuan, kekuatan dan kesanggupan alamiah saya yang terbatas. Saya menyadari sepenuhnya bahwa saya perlu banyak anugerah dan rahmat Tuhan semesta alam, agar bisa melalui dan menyelesaikannya dengan baik dan benar.
Pikiran saya didasari atas ini :
Seingat saya anugerah adalah kata yang memiliki arti yang sama dengan kata karunia atau kasih karunia. Yang diterjemahkan sebagai pemberian, yang diberikan Allah kepada manusia, secara dorea ( cuma-cuma, seperti hadiah ) sebagai pemberian Ilahi. Yakobus mengingatkan kita sahabat bahwa ”setiap pemberian yang baik (dosis) dan setiap anugerah yang sempurna (dorema) datangnya dari atas.” Karena itu disaat saya tak mampu, saya memohon anugerah dan kasih karunia Tuhan, yaitu suatu kekuatan dan kemampuan Ilahi yang diberikan kepada saya secara cuma-cuma layaknya seperti sebuah hadiah, walau sebenarnya saya tak layak menerimanya. ( disebut bodoh jika kita menolak diberi suatu hadiah yang sebenarnya sangat kita butuhkan bukan ? ). Maka dengan anugerah inilah saya masuki tahun ini dan akan melaluinya dengan kekuatan dan kemampuan Ilahi yang telah diberikanNya bagi saya. Ya, begitulah sahabat….menurut percaya saya.
Hal anugerah dan kasih karunia yang disebut diatas itu memang semata-mata hak absolut Sang Pencipta yang diberikan pada orang yang memang mau menerimanya. Namun, tak semua kita, tahu dan mau menerima. Buktinya ada saja manusia, yang telah berusaha mati-matian dengan usahanya sendiri, untuk hal-hal yang memang berada diluar kemampuan alamiahnya, tetapi gagal. Dan karena gagal beroleh apa yang diinginkannya, mereka melakukan hal-hal yang keliru, dengan cara, menghancurkan orang lain bahkan akhirnya menghancurkan dirinya sendiri, untuk sesuatu hal yang sebenarnya bukanlah kapasitas mereka. Mereka mampu kalau ada kemampuan dan kekuatan lebih yang diberikan oleh suatu kuasa atau power yang berada jauh diatas kekuatan manusia yang terbatas, yaitu kuasa Ilahi. Nah, melihat masa depan yang tak terselami ini juga merupakan sesuatu ”pekerjaan” yang tak mampu saya lakukan, ini berada diatas kemampuan alamiah saya sebagai manusia yang terbatas, dan hanya Sang Pembuat waktu dan masa itu yang benar-benar tahu, dan yang paling tahu. Karena Dialah Sang Mahatahu.
Sahabat, anugerah membuat kita dapat melihat hal-hal yang berada diluar kemampuan alamiah kita. Karena anugerah maka kita boleh bermimpi, boleh berharap dan percaya bahwa apapun yang kita harapkan dan inginkan asalkan sesuai kehendakNya, akan terjadi didalam hidup kita. Sekali lagi, asal kita percaya……dan…..s..e..s..u..a..i… kehendakNya ! Karena percayalah maka kita akan terus mempunyai antuasiasme yang tinggi, keyakinan diri yang sehat, untuk mengharapkan sesuatu yang baik terjadi didalam hidup kita. Yang saya maksudkan disini tidak berarti semata-mata hanya berhubungan dengan hal-hal fisik, tetapi tekanan utamanya adalah pada hal-hal batiniah, sesuatu yang dari dalam diri kita. Anugerah membuat kita tetap bisa melihat matahari dibalik awan pekat,pastinya, dan melihat jalan keluar dibalik masalah – masalah hidup, membuat kita dapat bertahan dimasa-masa sukar dan tetap sadar diri ketika kita mencapai sukses. Dan karena anugerah pula, akhirnya saya dapat sembuh dari sakit yang sangat menyiksa itu, dan akhirnya berubah menjadi sedikit lebih “langsing” ha..ha..ha…Praise God …. and terimaksih….
Mengenai hari-hari kedepan yang penuh tantangan, persoalan dan hal-hal yang tak terselami atau terprediksi, maka institusi kami ditahun 2010 ini menggunakan tema besar yaitu ” The year of expansion” dan tema bulanan untuk bulan Pebruari ini adalah GROW ( bertumbuh )
Dasarnya Kitab Yesaya 54 : 2-3…..yang mengatakan :
” Lapangkanlah tempat kemahmu dan bentangkanlah tenda kediamanmu. Janganlah menghemat, panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh patok-patokmu. Sebab engkau akan mengembang kekanan dan kekiri, keturunanmu kan memperoleh bangsa-bangsa…”
Latar belakang sejarah penulisan ayat ini adalah merupakan sebagian dari nubuatan Nabi Yesaya akan janji pemulihan dan penebusan Allah bagi umat Israel pada masa pembuangan mereka di Babel. Yesaya sendiri adalah anak Amos orang Israel. Ia seorang yang hidup di Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda sekaligus yaitu Raja Uzia, RajaYotam, Raja Ahas, dan Raja Hizkia. Jadi pelayanan Nabi Yesaya meliputi lebih dari setengah abad sejarah Yehuda. Yesaya mati syahid menurut tradisi Yahudi dengan cara digergaji. Karena ia menyampaikan nubuatan, nasehat, teguran dari Allah bagi bangsa Yahudi agar mereka bertobat dan berbalik kepada Allah, tapi ia ditolak dan akhirnya sesuai tradisi yang berlaku, ia dibunuh oleh Raja Manasye putra Raja Hizkia yang jahat - sebelum akhirnya Yehuda dibuang ke Babel.
Yesaya berasal dari keluarga kalangan atas di Yerusalem, dia orang berpendidikan, memiliki bakat sebagai penggubah syair dan berkarunia, mengenal keluarga raja dan memberikan nasehat secara nubuat kepada para raja mengenai politik luar negeri Yehuda. Saat itu Yesaya dipandang sebagai nabi yang paling memahami kesusastraan dan paling berpengaruh dari semua nabi yang menulis kitab. Yesaya hidup sezaman dengan Nabi Hosea dan Nabi Mikha. Ia bernubuat selama perluasan kerajaan Asyur yang mengancam, keruntuhan terakhir kerajaan utara (Israel) serta kemerosotan rohani dan moral di kerajaan selatan ( Yehuda ). Yesaya dipakai oleh Allah untuk menyampaikan teguran dan nasehat berupa nubuatan, pada saat bangsa Israel telah terpecah dalam dua kerajaan ( yaitu kerajaan utara dan selatan )
Yesaya memperingati Raja Yehuda, Ahaz agar tidak mengharapkan bantuan dari Asyur melawan Israel dan Aram. Ia mengingatkan Raja Hizkia, setelah kejatuhan Israel tahun 722 sebelum masehi, agar jangan mengadakan persekutuan dengan bangsa asing menentang Asyur. Ia menasehati kedua raja itu untuk percaya kepada Tuhan saja sebagai Pelindung mereka dan Yesaya mempunyai pengaruhnya yang terbesar adalah pada masa pemerintahan Raja Hiskia. Itulah sedikit latar belakang sejarah Nabi Yesaya dan keadaan bangsanya pada saat itu.
Hubungannya dengan thema yang dipakai institusi kami tahun ini adalah sebagai upaya agar kita dapat selalu mengingat khususnya tahun ini bahwa janji penyelamatan dan pemulihan ini masih tetap ada dan diberikan bagi semua orang, khususnya bagi kita umatNya. Kita dapat mempelajarinya dari kehidupan Nabi Yesaya dan umat Israel dimasanya yang tetap masih relevan sampai masa kita saat ini.
Fakta bahwa Allah melalui nabi Yesaya tetap memberikan janji pemulihan dan penebusan bagi Israel walau nyatanya mereka telah menentang dan menolak Dia, sehingga mereka dibuang ke Babel. Ini juga menunjuk kepada kita, kaum keturunan Israel secara rohani yang hidup pada jaman ini, yang juga telah melakukan tradisi leluhur kita yaitu memberontak dan menentang Allah melalui perilaku dan tindakan kita setiap hari, namun janji pemulihan dan keselamatan melalui nubuatan inipun masih berlaku dan kini diberikan bagi kita, bukan lagi lewat Nabi Yesaya tapi lewat AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus , supaya barangsiapa yang percaya dan menerima Dia-diselamatkan. Itulah dasarnya thema ini dipakai supaya kita tetap ingat bahwa,
- Allah itu Kasih, dan karenanya,
- Ia masih tetap beri kita waktu untuk percaya dan menerima janji pemulihan dan keselamatanNya, walau kita sementara berada di masa ”pembuangan”
- Dia telah beri kepada kita JALAN menuju kesana melalui kelahiran, kematian dan kebangkitan AnakNya.
- Dan selama masa anugerah ini, apapun keadaan dan situasi kita, siapapun dan bagaimanapun kita, semua kita yang percaya dan menerima Dia, punya harapan dan kesempatan yang sama untuk diselamatkan dan dipulihkan, sehingga kita dapat menanggung segala perkara, yang mungkin dapat diselami maupun yang tak terselami ….sebab kita punya dasar untuk percaya, dan dasarnya ini : segala perkara dapat kita tanggung didalam Dia yang memberikan kekuatan kepada kita,
- Hanya oleh karena ANUGERAH….hanya oleh karena KASIH.
(Segala perkara dapat kita tanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita, Fil.4:13…
Terjemahan dari Holy Bible contemporary English Version adalah Christ gives me the strength to face anything..…ya, to face anything, friend ! )
Saya suka dengan tema itu karena bagi saya pribadi, didalamnya terkandung nilai iman, kepercayaan, harapan, impian, dan usaha.
Tapi masalahnya selalu, adalah, semuanya itu tak akan mungkin terjadi dan tergenapi bila hanya berhenti sampai pada slogan saja, tanpa adanya suatu tindakan iman, to do it. Kita tak bisa hanya duduk-duduk saja berdoa dan berharap supaya hal itu akan terjadi. Jelas bahwa berharap saja tidaklah cukup.
Jika kita ingin belajar mengendarai sepeda, belajar berenang ataupun belajar memasak misalnya, kita tidak hanya duduk-duduk dikursi kita yang empuk dan hanya berharap, kan ? harapan bisa dibilang hanya modal awalnya saja. Selanjutnya kita harus temukan sebuah sepeda, lalu duduk diatas pedalnya, berusaha menyeimbangkan tubuh, mengayuh berulang-ulang dan jatuh beberapa kali, mungkin terluka dibeberapa bagian tubuh, sampai akhirnya kita benar-benar bisa mengendarainya.
Belajar berenang ya… tentunya dengan terjun kedalam air, meskipun tak yakin kalau air itu dapat menahan tubuh kita, menggerakkan tangan dan kaki kita berulang-ulang, mendapatkan minuman gratis air kolam berkali-kali, nyaris tenggelam berkali-kali, sampai akhirnya kita dapat benar-benar berenang dengan cara yang sebenarnya.
Untuk dapat belajar memasak, kita akan mencari sebuah buku resep atau seseorang yang pandai memasak dan mulai mencoba belajar dari dirinya, mungkin melakukan beberapa kesalahan, menghasilkan beberapa masakan yang rasanya”aneh” sampai akhirnya dapat memasak sepandai chef resto ternama. Selalu ada step by step yang perlu dilalui agar sebuah mimpi dan harapan tercapai. Didalam proses inilah iman bekerja ( to be grow ) dan mendorong kita untuk mencapai ekspansi.
Saya selalu memahami begini : jadi mulanya anugerah itu diberikan, lalu kita terima dengan iman, kemudian lalui proses agar iman kita bekerja dan akhirnya to be grow untuk bisa melakukan ekspansion. Yakobus 2:17 berkata : iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Jadi walau punya iman tapi tidak melakukannya maka = iman yang mati. Jadi walau punya iman tapi mati bukankah sama dengan tidak punya iman ?
Saya tak berniat menggurui sahabat dan takkan dapat, saya tak ingin menjadi seolah-olah adalah orang yang paling tahu hal ini, karena sebenarnya semakin saya melihat kepada Allah dan bercermin pada kebenaranNya yang belum banyak saya tahu ini, semakin saya melihat saya tak tahu apa-apa. Karena itu saya mau terus bertumbuh, bertumbuh kedalam, untuk berakar, menyerap sebanyak-banyaknya nutrisi yang mungkin dapat diserap, menjadi mampu untuk menggeser tanah dan bebatuan untuk tumbuh keatas, untuk membentuk batang yang semakin hari semakin kuat, lalu mengeluarkan ranting, dahan dan daun dan akhirnya menghasilkan buah yang baik – Pada masanya. Walau ini disebut seleksi alam, tapi khusus untuk hidup saya pribadi, dalam hal to be grow, saya mengandalkan arti kata Anugerah. Kalau tak demikian, saya bisa apa ?
Sahabat, saya suka lagu dibawah ini karena mewakili kehidupan saya yang sesungguhnya, syairnya demikian :
Besar karyaMu, dalam hidupku
Tak pernah cukup kata, memujiMu
DipelukanMu, Kau menjagaku
Kutak menjadi lemah, karenaMu
Kaulah Tuhan El-shaddai
Tuhan yang berkuasa
Kau sanggup mengadakan
Semua yang kuperlukan
Kaulah Tuhan El-shaddai
Kuserukan Kau ajaib
Kau tempat kuberharap
Yang selalu setia
M e n y e r t a i….ku
Besar kuasaMu
Yang menuntunku
Tak pernah cukup kata memujiMu
PenghiburanMu, kekuatanMu
Ku tak menjadi lemah karenaMu
Kaulah Tuhan El-shaddai
Tuhan yang berkuasa
Kau sanggup mengadakan
Semua yang kuperlukan
Kaulah Tuhan El-shaddai
Kuserukan Kau ajaib
Kau tempat kuberharap
Yang selalu setia
M e n y e r t a i….ku
Sahabat, bulan kedua ditahun 2010 sebentar lagi usai. Dan tanpa terasa kita telah hampir masuk pada pertengahan tahun. Lalu akhirnyapun tahun ini, yang disebut tahun baru akhirnya berlalu juga dan menjadi tahun lama. Kita akan dibawa untuk memasuki tahun lain lagi yang lebih baru - 2011 - 2012 - 2013….dst..dst…
Semuanya akan terus berganti dan semuanya terus berubah.
Wajah, penampilan, usia, bobot tubuh, semuanya. Model dan gaya terus berganti-atau sebenarnya hanya berulang atau berputar.
Kisah dan cerita kita saat ini akan jadi sejarah masa lalu, nanti.
Rindu dan benci, marah dan maaf, salah dan benar. Persahabatan dan tidak lagi bersahabat. Cinta dan tak lagi cinta, terluka dan tak lagi luka, hanya datang dan pergi.
Musim berganti dan berlalu. Semua bisa menjadi tak sama lagi.
Mungkin kita terima saja sebagai bagian dari hidup ? lalu kita bisa apa kalau bukan hadapi dan jalani ?
Tapi walau begitu, ada satu perkara yang tak akan pernah dan tak akan mungkin berubah, yakni Kasih dan Setia Tuhan yang telah kita alami disepanjang tahun-tahun umur hidup kita.
Dan sahabat,
Mungkin, kita dapat menghadapi semuanya, dengan sesuatu yang tak mungkin dan tak pernah berubah itu,
untuk terus bertumbuh.
Mungkin sambil mengingat syair lagu ini :
Besar karyaMu, dalam hidupku
Tak pernah cukup kata, untuk memujiMu
DipelukanMu, Kau menjagaku
Kutak menjadi lemah, karenaMu ……………………………….
Kaulah Tuhan El-shaddai
Kuserukan Kau ajaib
Kau tempat kuberharap
Yang selalu setia
M e n y e r t a i….ku.
Paulo Coleho pernah menulis “Aku telah mati ketika aku masih hidup.” Terkadang kita putus asa, mengira Tuhan tuli dan tak peduli dengan masalah kita. Keputusasaan membuat kita bosan menjalani hidup. Kita merasa sendiri, ditinggal sendiri bahkan oleh orang-orang yang telah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan kita. Padahal justru hati kita yang sunyi, justru kita tak lagi mau membuka diri, hati dan memberi tempat bagi hati yang lain. “Jangan pernah putus asa. sebab orang yang putus asa tanpa harapan sesungguhnya telah mati. Tetapi syukurlah, bahwa Kristus memberikan kita harapan tiada tara dengan kebangkitan-Nya. Ternyata setelah hidup masih ada hidup. Maka tak ada lagi kata putus asa dalam kamus orang beriman. Teruslah jalani hidup, teruslah mencari makna hidup dan akan terjawabpertanyaan besar setiap manusia: MENGAPA…………?
Amin Pak …… thank’s sudah mampir dan beri coment, God Bless You.
Dear Ibu Sussy,
Waaaahhh tulisan yang bagus, saya pikir Allah memang tetaplah misteri justru karena DIA adalah Allah. Saya juga berpikir bahwa Allah begitu dekat justru karena DIA adalah Allah. Jadi bagaimana? Tak usah pusing-pusing, ALLAH dapat kita temukan dalam DOA kita. Doa kita adalah pekerjaan kita. Maka setiap hari yang MAHA MISTERI itu begitu dekat dalam keseharian kita. Heiii….lihatlah, DIA ada di depan pintu hati kita menyapa…bolehkan AKU masuk ke dalam hatimu, anak-KU?
Setuju begitu ko ibu? Syalom
Setuju Pak Penatua…GBU
amin… smoga aq jg bisa dikuatkan dgn kasihNya
Saya berharap begitu Lie San, thanks sudah mampir… Gbu.