<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Julie&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://sussykelly.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sussykelly.wordpress.com</link>
	<description>Kita adalah pekerjaan dalam proses, bukan hasil yang sudah selesai</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 11:39:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sussykelly.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9fc51446be6ca29e36311e7b4227335c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Julie&#039;s Blog</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sussykelly.wordpress.com/osd.xml" title="Julie&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sussykelly.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bunga &amp; Komitmen</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2011/10/29/bunga-komitmen/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2011/10/29/bunga-komitmen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 05:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/2011/10/29/bunga-komitmen/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya buat pada tanggal 11 Oktober  2011, hari Selasa, sebagai usaha terus menerus demi komitmen saya utk belajar &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2011/10/29/bunga-komitmen/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=1126&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga73.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1141" title="" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga73.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a>Tulisan ini saya buat pada tanggal 11 Oktober  2011, hari Selasa, sebagai usaha terus menerus demi komitmen saya utk belajar menulis tiap-tiap hari. (Saya membuat jurnal untuk maksud ini).</p>
<p>Kalau bakuomong tentang komitmen untuk terus menulis, susah-susah gampang.  Susah karena dibutuhkan tekat dan niat yg kuat plus disiplin.  Gampang karena saya bisa tulis apa saja dengan bebas tanpa  ada yg marah, sebab saya menulisnya diblog pribadi.he..he..he.. Lalu membayangkan  kalau tiap – tiap hari saya bisa membuat satu tulisan, itu amazing.  Namun bila harus  menyediakan waktu minimal dua atau tiga jam duduk didepan komputer suka atau tidak suka mood atau tidak mood, baca,pikir, renungkan, mengedit,  mengetik, cari referensi, saya tersiksa. Bagi yg punya bakat lebih itu hal mudah, tapi bagi saya tidak.  Ini akan sulit. Tapi kata orang bijak, bakat hanya 10% selebihnya niat dan praktek atau latihan. ( Semoga itu berlaku juga bagi saya).  Namun yang saya tau bahwa apa yang saya lakukan hari ini pasti akan ada manfaatnya nanti.  Walau awalnya memang susah, tapi lama-lama akan terasa juga gunanya.</p>
<p>Saya berharap (semoga) akan ada satu tulisan tiap hari entah layak dibaca atau tidak,  lalu sebulan berarti 30 tulisan dan setahun akan dapat 360 tulisan.</p>
<p>( <em>Saya tidak benar-benar yakin akan ide 360-an tulisan dalam setahun tsb. he..he..he&#8230;</em>) tapi tentunya ada hal baik yang bisa dilatih dan dipelajari dari aktivitas ini. Lalu kemudian  karena sering berlatih mungkin setahun kemudian saya akan dapat menulis dengan lebih baik, lebih cepat, lebih teratur, dan lebih benar.  Itu harapannya.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1128" title="bunga" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga1.jpg?w=529" alt=""   /></a><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1130" title="" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Mengenai komitmen, saya ada satu cerita : beberapa waktu yg lalu saya sering ikut saudara-saudara saya mencari dan membeli bunga atau tanaman hias untuk rumah baru mereka.  Lalu beberapa bulan kemudian ternyata kata yg tepat untuk aktivitas itu berubah menjadi berburu bunga.  Sebab ternyata mereka adalah para maniak bunga yg kronis,flower freak,khususnya Oma, mungkin sudah jadi penyakit. Kalau datang kumatnya, maka tak perduli hujan,badai, panas terik.  Seluruh tempat jualan akan dijelajah untuk dapatkan  yang mereka mau. Bahkan terkadang mereka berburu bunga atau tanaman hias ini sampai keluar kota.  Rumah mereka sudah seperti hutan, saking banyaknya bunga yang ada disitu.<br />
Pada waktu itu, saya anggap mereka adalah org-org “gila” yg membelanjakan uangnya pada hal yg tidak penting.  Bagaimana tidak, uang banyak dihabiskan hanya untuk bunga. Pagi,siang malam ngurus bunga, pulang dari mana-mana yg mereka cek adalah bunganya.  Pergi kemana saja, berkunjung kerumah saudara atau teman selalu melirik ke tamannya kalo-kalo ada koleksi yang menarik yg belum mereka punya.  Bahkan seorang saudara saya sepulang bertugas dari Jakarta, yang dia bawa dikopernya bukan tas, sepatu atau t shirt sebagai oleh-oleh melainkan potongan stek batang bunga.  Benar-benar gila.  Saya adalah satu-satunya org yang sering kena omelan, perempuan kok tidak suka bunga.  Rumah kok tidak ada bunganya.  Saya bukan tidak suka akan ciptaan Tuhan yang indah itu, saya suka. Tapi masalahnya, saya tidak punya terlalu banyak waktu untuk hobi.</p>
<p>Sampai pada suatu waktu dikala mengantar mereka ke tukang bunga lagi, saya lihat ada satu bunga berbentuk unik, mungkin hasil silangan, yang menurut saya sangat elegan, cantik, berkarakter.  Dialah Sansevieria.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1155" title="" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga.jpg?w=159&#038;h=300" alt="" width="159" height="300" /></a>Saya suka bentuk daunnya yg terkesan kokoh tapi lembut, teksturnya yg unik, bentuk &amp; warna hasil silangannya yg walau rada aneh tapi menarik.  Saya jatuh cinta pada pandangan pertama.  lalu kata tukang bunganya, “dia jenis yg mudah dirawat,tahan disegala cuaca, bisa diletakkan dimana saja, ditempat yang terkena sinar matahari langsung maupun untuk indoor, dan punya segudang manfaat”.  Saya suka yg seperti ini.  Okelah kalo begitu. Saya beli satu, bawa pulang kerumah lalu menanamnya.  Seminggu kemudian saya melihat bunga ini mulai tumbuh dan bertambah banyak kelopak daunnyanya. Saya begitu senang melihatnya dan mulai bersemangat untuk mencari variannya yg lain dan bersemangat menanam lebih banyak jenis bunga lagi, dirumah.  Sejak saat itulah saya mulai suka aktivitas tanam-mananam ini.   Dari situ saya tahu bahwa ternyata ada suatu kesenangan tersendiri tatkala melihat bunga yang kita tanam itu tumbuh, bertunas lalu akhirnya berbunga. Ada kepuasan tersendiri. O&#8230;la..la&#8230;..ini rupanya yang membuat saudara-saudara saya begitu tergila-gila pada bunga.</p>
<p>Hal Ini terus berlanjut sampai suatu saat saya mulai merasa ada suatu dorongan yang begitu kuat didalam diri saya untuk terus dan terus menambah jumlah bunga dirumah, walau sebenarnya yg saya punyapun sudah cukup banyak.  Pulang dari mana-mana yg harus saya cek duluan, bunga. Saya perlu tau apa gerangan yg terjadi dengannya hari ini.  Ketika pulang dari pelayanan malam-malam, capek, ngantuk, saya mesti sempat-sempatkan untuk cek sebentar kondisi bunga yang sudah saya tinggalkan beberapa hari tsb, takut ada yg kenapa-kenapa,  lalu mulai menyiram bunga-bunga tsb.malam2.  Mungkin sekarang saya yg dikira gila oleh tetangga2 saya.  Saya  menyadari bahwa akhir-akhir ini saya benar-benar telah menjadi “insane” karena bunga.   Jadi,  untuk menyelamatkan diri dari itu saya perlu satu kata : <em><span style="text-decoration:underline;">komitmen</span></em>  untuk mengatakan cukup pada bunga.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1133" title="" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga6.jpg?w=300&#038;h=281" alt="" width="300" height="281" /></a></p>
<p>Dari komitmen saya untuk mengatakan cukup utk bunga,  ( semoga benar-benar bisa&#8230; ) membuat saya ingin mengetahui arti kata ini lebih jauh lagi.</p>
<p>Komitmen berarti  janji, keterikatan, kewajiban, atau juga kontrak.  Jadi komitmen adalah perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu janji atau juga kontrak yang telah dibuat atau disepakati.  Berkomitmen berarti berjanji untuk menepati, bertanggungjawab untuk menepati.  Sebaliknya, tidak berkomitmen / tidak punya punya komitmen bisa berarti tidak menepati janji, tidak bertanggung jawab, tidak konsisten, tidak setia, tidak  bisa dipercaya&#8230;..dll&#8230;dll.  Kita bisa menafsirkan lagi arti lainnya yg sejenis, seperti itu.</p>
<p>Dalam Bahasa Inggris pengertiannya dapat diartikan sbb :</p>
<ul>
<li>The trait of sincare and steadfast fixty of purpose = <em>suatu ciri dari ketulusan hati dan ketabahan untuk menetapkan suatu tujuan.</em></li>
</ul>
<ul>
<li> The act of binding yourself ( intellectually or emotionally )  to a course of action =  <em>suatu tindakan  yg mengikat dari dalam dirimu sendiri, secara intelektual maupun perasaan  yang dinyatakan dalam tindakan atau perbuatan. misalnya : allegiance          ( kesetiaan ), dedication (dedikasi ), atau  loyalty Contohnya  : Long committmen to public service ( komitmen yg panjang untuk melayani masyarakat ).</em></li>
</ul>
<ul>
<li> An engagement by contract involving financial obligation =<em> suatu ikatan karena kontrak yg melibatkan kewajiban keuangan yg tentunya harus ditepati atau dilunasi.</em></li>
</ul>
<ul>
<li> A message that makes a pledge =<em> suatu pesan yang menjadikannya suatu ikrar bersama</em></li>
</ul>
<ul>
<li>The official act of consigning a person to confinement ( as  in a  prison or mental hospital )<em> = seperti seorang yg bertugas menyerahkan seseorang dlm suatu pembatasan tertentu (seperti kedalam penjara atau rumah sakit jiwa )</em></li>
</ul>
<ul>
<li> The act of committing, or putting in change, keeping, or trust, consignment =  <em>yaitu tindakan untuk melakukan atau meletakkan perubahan, pemeliharaan, atau kepercayaan, atau meyerahkan atau mengirimkan sesuatu atau seseorang.</em></li>
</ul>
<p>Bila kita belajar lebih jauh mengenai arti kata ini, maka akan kita temukan makna yang sangat luarbiasa dalam, sangat berharga dan tak ternilai untuk kehidupan kita.  Menelusuri apa yang ditulis didalam Firman Tuhan, saya mendapati bahwa kata komitmen ini (paling tidak), akan selalu terhubung dengan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li> Tugas dan tanggungjawab yang diberikan.</li>
</ol>
<p>“ Jadi sekarang pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel untuk keluar dari Mesir”.</p>
<p>Ketika Musa diberi tanggungjawab besar untuk membawa bangsa Israel keluar dari mesir dari tempat perbudakan ketanah perjanjian, disini benar-benar diperlukan, dibutuhkan, dipraktekkan, dilaksanakan suatu komitmen yang tinggi.     ( o.o&#8230;bukan seperti komitmen saya pada bunga ).</p>
<p>Dari Musa dituntut suatu kesetiaan, dedekasi, pengorbanan, loyalitas, bayar harga, ketulusan, keberanian, dan fokus pada tujuan.  Tanpa itu&#8230;. bye-bye kebebasan, kemerdekaan.  Selamat tinggal tanah perjanjian and stay forever ditanah perbudakan.  Jadilah budak sampai selama-lamanya amin.</p>
<p>Kalau bercermin dari kehidupan Musa dan perjalanan bangsa Israel ini, kita coba berandai-andai, misalnya pemimpin-pemimpin negeri kita ini seperti Musa dalam hal komitmennya pada tugas dan tanggungjawab yg diberikan, saya pikir kitapun dapat berkata bye-bye penderitaan, selamat tinggal kemiskinan, gone with the wind hai kebodohan, masukkan saja itu koruptor dorang ke penjara-bawah tanah saja sekalian.</p>
<p>Diperlukan suatu komitmen dan kesadaran yg benar—benar sadar, yang lahir dari hati yang tulus untuk bisa mengerti bahwa mereka-mereka itu dipilih jadi pemimpin, bukan untuk melayani diri sendiri, golongan/partai sendiri, tapi untuk layani satu bangsa secara utuh.  Mereka dipilih untuk melayani negeri yaitu :  membuat yang bodoh jadi pintar, yg miskin dan melarat bisa hidup dgn  standar hidup yg layak, yg korupsi diadili, dihukum &amp; kembalikan uang negara, dan moga-moga bisa sadar dipenjara , membuat prestasi olah raga negeri ini membaik, membuat Indonesia berdiri berdampingan dengan negara lain didunia dgn bermartabat, membuat perempuan-perempuan TKW di Malaysia &amp; Arab tidak diperkosa, dipukul, disetrika, digantung, pulang mambawa anak berdarah bukan Indonesia. Membuat orang-orang tak berdosa tidak mati sia-sia karena perbuatan para pembunuh yg membunuh atas nama “kebenaran”.  Membuat kita-kita rakyat tak lagi mengomeli, memaki-maki, menyumpahi, mengutuki mereka sebagai pemimpin, dan lebih menyukai seandainya kita jadi warga benua Eropa atau Amerika saja, yg sepertinya lebih menjanjikan.  Tugas dan tanggungjawab mereka adalah bekerja, berupaya, mengusahakan, dengan segala sumber daya yg ada, yg mereka punya : jabatan, wewenang, ilmu, power, kekuasaan, untuk berbuat baik bagi negeri ini. Untuk mengusahakan kesejahteraan bagi rakyat yg telah mengangkat mereka, bukan sebaliknya.</p>
<p>Ah, seandainya bisa begitu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>2.  Komitmen selalu berhubungan dengan kewajiban untuk taat melakukan perjanjian atau peraturan yg telah disepakati.</p>
<p>Kalau kita pelajari Kitab Keluaran dan juga Kitab Imamat kebanyakan disana dijabarkan tentang berbagai regulasi, yang ditetapkan untuk dilaksanakan Bangsa Israel.  Ada regulasi ttg <em>korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, larangan-larangan, peraturan ttg pentahbisan imam, larangan ttg minuman keras bagi iman yg menyelenggarakan kebaktian, penetapan hari-hari raya, mengenai Tabut Perjanjian, mengenai Kemah Suci,mengenai Pakaian Imam,Pernikahan yang kudus, Penebusan Tanah, Perlakuan terhadap orang miskin, dan masih banyak yg lainnya lagi.</em></p>
<p><em></em>Untuk menjadi diberkati, dilindungi, disertai, dipelihara, diberi kemenangan, maka orang Israel harus taat, setuju, berkewajiban, setia untuk melaksanakan regulasi-regulasi tsb.  Ketika mereka tidak taat, tidak setia, tidak bertanggungjawab, tidak bersedia untuk melaksanakannya maka sakit penyakit, malapetaka, kehancuran, tanah terbelah dan menelan yg memberontak, 40 thn berputar-putar di seputaran padang gurun saja, dipukul kalah oleh musuh-musuhnya, mengalami berbagai-bagai pencobaan dan penderitaan. Kecelakaan dan malapetaka menimpa mereka.  Kita lihat bahwa akibat dari ketidaktaatan mereka, mereka menerima konsekwensi yang buruk.</p>
<p>Belajar dari kehidupan bangsa ini, kita seharusnya mengerti bahwa didalam hidup ini, komitmen untuk taat pada suatu perintah atau peraturan adalah hal yang sangat penting.  Tapi nyatanya tidak banyak orang mengerti akan hal ini.  Mereka telah dibutakan dengan ilah-ilah jaman ini, yang sangat mengutamakan keangkuhan hidup, kesombongan,ego, pemberontakan, iri dengki, amarah. Padahal itu semua seperti jerat yang perlahan tapi pasti akan menyeret mereka pada kehancuran. Lalu bagaimana dengan para pemimpin dinegeri ini ? adakah mereka bertanggungjawab dan taat melaksanakan dengan benar segala peraturan yang telah dibuat dan ditetapkan ?</p>
<p>Kalau berbicara tentang tanggungjawab untuk berlaku taat pada aturan yang berlaku maka saya rasa khusus dinegeri tercinta ini, itu menjadi prioritas kesekian dari para pemimpin.  Coba saja lihat cara para aparat penegak hukum bekerja.  Yang benar dibuat salah dan yang salah djadikan benar.   Hukum diinjak-injak dan keadilan diputarbalikkan.  Firman Tuhan berkata :  “ seharusnya mereka merasa malu sebab mereka telah melakukan kekejian, tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka.  Sebab itu mereka akan rebah diantara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum&#8230;”</p>
<p>3.  Komitmen selalu mengandung unsur kesetiaan.  Pada seseorang, atau sesuatu hal.</p>
<p>Musa setia kepada Allah.  Karena itu ia rela memikul tanggungjawab besar seorang diri untuk memimpin umat yang sebegitu banyaknya.  40 tahun sama sekali bukan waktu yg cepat untuk menyangsikan seberapa besar kesetiaan Musa pada Allah. Dalam kesetiaannya menjawab panggilannya sebagai pemimpin bangsa Israel dalam situasi dan kondisi seperti saat itu, komitmen Musa tak perlu dipertanyakan lagi.</p>
<p>4.  Berhubungan dengan janji.</p>
<p>Musa menerima janji, mempersiapkan diri untuk melaksanakan janji , melatih diri, bertahan dalam proses, menghadapi dan menaklukan tantangan, mengatasi penolakan, menyelesaikan pemberontakan, mengatur ribuan kepala yg masing-masing punya pemikiran sendiri-sendiri, menghadapi keadaan kehabisan logistik, menghadapi persoalan besar kebebalan dan ketidaktaatan org Israel pada Allah dan pada pemimpin,    Semua dihadapi Musa, sebab ia telah berpegang pada, hold on, terhubung dengan JANJI. Janji Allah pada dirinya dan janji Allah bagi Israel.</p>
<p>5.  Komitmen akan terbukti dengan berjalannya waktu.</p>
<p>Tanpa itu bukanlah disebut Komitmen. Berputar-putar 40 tahun dipadang gurun memimpin jutaan orang orang Israel yg tegar tengkuk &amp; kepala batu ? sampai akhir hayatnya, bahkan hanya melihat Tanah Perjanjian saja tetapi tidak masuk kesana, tapi diterimanya dengan tulus hati ? Sungguh tak semua org mampu, tanpa sebuah Komitmen yg sungguh-sungguh untuk taat dan setia pada Allah.  Waktu telah membuktikan komitmen Musa pada janjinya. Ia termasyur, terkenal, dikenang sebagai “ a most gentle and patien man under the sun”.</p>
<p>“&#8230;..baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia&#8230;..”</p>
<p>“ Lalu matilah Musa Hamba Tuhan itu ditanah Moab,dan dikuburkan di lembah Moab,  sesuai dengan Firman Tuhan.  Musa berumur 120 tahun ketika ia mati, matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.”</p>
<p>Komitmen Musa tidak diragukan. Bagaimana dengan Yusuf ? Yosua, Kaleb, Gideon, Rasul Paulus, Timotius, Sadrak Mesak dan Obednego di Goa singa.  Saya tahu bahwa komitmen mereka-mereka ini tak mungkin diganggu-gugat lagi.  Saya terkagum-kagum ketika membaca riwayat kehidupan, pelayanan dan karier mereka.  Mereka adalah pahlawan-pahlawan Allah yang sangat luar biasa.  The real Hero pada jamannya.  Lalu bagaimana dengan kita dijaman ini? Masih adakah orang yang berkomitmen setinggi, sedalam dan seluas yang mereka tunjukkan?</p>
<p>Akhirnya dari semuanya dapat saya simpulkan bahwa Komitmen adalah satu kata bermakna sangat dalam.  Sebab ketika kita bicara ttg komitmen maka disana terkandung makna kesetiaan, tanggungjawab, dedikasi, disiplin, ketulusan, kejujuran, berani, bayar harga, fokus, integritas,tidak kompromi, taat.</p>
<p>Apa manfaat karakter ini bagi hidup kita ? ini jawabannya.</p>
<p>Dengan komitmen kita akan :</p>
<ul>
<li>Mendapat perlindungan, penyertaan, perkenanan, kesuksesan dan promosi.       ( Seperti Yusuf )</li>
</ul>
<ul>
<li> Ketaatan kepada pemimpin membuat kita dapat menyerap gaya kepemimpinan yang baik dan benar berguna dalam menjalankan tugas yg akan diberikan bagi kita.  ( Yosua belajar dari Musa )</li>
</ul>
<ul>
<li>Kesetiaan merupakan saat persiapan untuk tongkat kepemimpinan dimasa depan.  Karena pelatihan dan pendidikan rohani yang diberikan oleh pemimpin yang baik akan tercermin dalam cara-caranya mendidik dan melahirkan pemimpin baru. ( cara Musa didik dan dilatih mempengaruhi caranya mendidik dan mempersiapkan Yosua )</li>
</ul>
<ul>
<li>Membentuk kita menjadi pribadi yang punya integritas, berani, setia, optimis, mempunyai ketetapan hati, tidak risau dengan apa kata orang tetapi fokus pada tujuan, tegas tapi penuh kasih, disiplin, dan berhasil ( seperti PM Yusuf yang handsome, bijaksana, pemaaf, briliant )</li>
</ul>
<ul>
<li>Komitmen akan mengikat kita dan menuntut pertanggungjawaban kita terhadap Pencipta dan sesama.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kita dapat melahirkan karakter yang sempurna : setia, tepat janji, stabil secara rohani dan jasmani. ( Yosua dan Kaleb do it )</li>
</ul>
<ul>
<li>Dalam kepemimpinan orang yang punya komitmen ia akan memberi rasa aman pada masyarakat-nya, sehingga ia dihormati, dikasihi, dicintai dan disukai.  Ia akan memimpin dengan penuh wibawa.</li>
</ul>
<p>Terakhir, coba pelajari kisah hidup Gideon Pahlawan Allah yang gagah berani, disana kita akan temukan bagaimana orang ini mempertahankan komitmennya.  Gideon memerintah selama 40 tahun sebagai hakim yg adil. Dia dicintai, dihormati dan dikasihi bangsanya.    Gideon punya komitmen untuk taat dan menghormati Tuhan dalam tugas dan tanggungjawab yg diembannya.  Bahkan ketika bangsanya memintanya : “Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian, Gideon tidak lupa daratan.  Dia tahu siapa yang mengangkat dia.  Komitmennya memberi penghormatan hanya kepada Allah dan tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, tidak rakus jabatan.  Maka jawab Gideon kepada mereka : “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi Tuhan yang memerintah kamu&#8230;”</p>
<p>O em ji, &#8230;..seandainya dijaman ini, atau dikota saya ini ada orang yg seperti Gideon, mungkin rakyat dinegeri ini tidak menderita seperti sekarang.  Tapi itu kalau kita berandai-andai, wong sekarang saja pemimpin malah disuruh turun sebelum habis masa jabatannya, didemo terus terusan, dicemooh, dimaki-maki, dibakar habis foto-fotonya, diteriaki maling terus, keluar masuk bui, maksudnya sementara mimpin kedapatan &#8220;nodanya&#8221; dimasukin sel lalu bebas lagi, lalu calonkan diri lagi untuk jadi ini itu, hal biasa dinegeri kita&#8230;&#8230;&#8230;.+)(&amp;*&amp;^%$#@!!!</p>
<p>Belum pernah ada seorang pemimpin yang diminta selamanya terus mimpin, termasuk anak, bahkan sampai cucu2nya-seperti yang dialami Gideon dimasa pemerintahannya.  Sebab Gideon adalah hakim yang adil. Gideon punya hati yg tulus untuk melayani bangsa. Gideon berkomitmen untuk memberikan penghormatan tertinggi hanya pada Allah,bukan pada dirinya sendiri. Karena itu kekuasaan, materi, kehormatan, sanjungan, menjadi tidak penting lagi.</p>
<p>“ <em>Bukan aku yang memerintah kamu dan bukan pula anakku yg akan memerintah kamu, tetapi TUHANlah yang memerintah kamu</em>.”</p>
<p>Bravo Gideon, “ <em>Tuhan menyertai engkau hai pahlawan yang gagah berani</em>”.</p>
<p>Doakan, harapkan, usahakan&#8230;&#8230;moga-moga kita punya pemimpin-pemimpin seperti Gideon, Moses, Yusuf di negeri ini&#8230;.bila tidak&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; :</p>
<ul>
<li>Mungkin kita hanya berputar-putar saja &#8220;dipadang gurun&#8221; selama 40 taon  seperti bangsa Israel,</li>
<li>dihukum Tuhan,</li>
<li>malapetaka,</li>
<li>bencana,</li>
<li>kemunduran,</li>
<li>Akhirnya &#8220;<em>Mati</em>&#8221; dengan mentalitas Mesir &#8211; be enslaved / diperbudak.</li>
</ul>
<p><em>Jangan sampai.  Don&#8217;t let it happen !<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/1126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=1126&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2011/10/29/bunga-komitmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga73.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bunga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga3.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga.jpg?w=159" medium="image" />

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/10/bunga6.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gara-gara kabut saya me-refleksi&#8230;.</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2011/01/22/kabut-dan-kami/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2011/01/22/kabut-dan-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 09:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan, refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Baru kelar  Acara  SoE  Blessing dan orang-orang lagi siap-siap mau  pulang.  Sudah hampir  jam 9 malam dan diluar  kabut sudah  &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2011/01/22/kabut-dan-kami/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=1013&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru kelar  Acara  SoE  Blessing dan orang-orang lagi siap-siap mau  pulang.  Sudah hampir  jam 9 malam dan diluar  kabut sudah  turun. Pekat  dan<a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/01/foto.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1014" title="foto" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/01/foto.jpg?w=349&#038;h=225" alt="" width="349" height="225" /></a> tebal  menyemburkan rasa dingin yang meresap ketulang.   Karena  seorang  sahabat bersedia mengantar orang-orang yang tidak bawa kendaraan  pulang maka kami  tak harus berjibaku dulu dgn dingin dan kabut – setidaknya  untuk malam ini.  Sambil mencoba menggerakkan tangan dan kaki seraya berjalan naik turun tangga menggerakkan badan kemuka belakang kiri-kanan, pokoknya gerak sebab kalau  diam saja maka rasa dingin ini akan segera melumpuhkanmu.  Jam 9 malam ditempat kami sudah sepi. Pintu-pintu rumah sudah ditutup sejak jam 6 bahkan orang-orang sudah didalam  rumah dan tidak  kemana-mana lagi.  Saya mencoba mengalihkan perhatian  dari rasa dingin ini  dengan membaca buku namun  sebentar-sebentar  harus berhenti untuk gerakkan jari-jari yang  sepertinya akan jadi  kaku.  Ughhhh….jengkel rasanya tak bisa konsen baca.  Disituasi dingin, beku, sepi,kabut tebal gini memang diperlukan kreatifitas tinggi untuk tidak jadi bosan,malas,jengkel,marah,lalu berakhir dengan masuk kedalam selimut dengan perlengkapan tidur lengkap : jaket tebal,kaos kaki ,syal,penutup kepala, selimut tebal dua……dan tidur (kalau bisa ).</p>
<p>Mengapa harus saya yang selalu dibawa kedalam kondisi  sulit seperti  ini ? Mengapa harus disini dengan keadaan seperti “diikat” begini ? Tubuh  saya telah menolak kondisi ini, gatal-gatal dan kulit memerah seperti keracunan. Alergi dingin.  Mengapa  harus saya ?   Apakah saya akhirnya akan mampu keluar dari situasi ini dengan baik.  Lalu tidak lari dari kesulitan -  tetapi hadapi dan menang atas dingin, kabut, beku, sunyi, bosan, statis, jadi malas, tidak bisa kreatif, melawan kondisi alam dan cara hidup disini ? Apa jadinya bila nanti saya ternyata tak mampu adaptasi dgn baik dan gagal..tidak sampai sasaran, tidak sampai tujuan,  tidak dapat berbuat apa-apa ?????</p>
<p>Pikiran saya berputar kembali ingat sekitar  10 tahun tahun lalu.  Waktu itu I am still a single woman. Walau harus bekerja jauh dari keluarga dan family tapi tetap happy, aktivitas tinggi, bebas berkespresi, gaul abis, punya banyak sahabat dan saudara,aktifis gereja, bekerja keras,  disukai dan dikasihi sahabat &amp; saudara….hmmmm….Perfecto !.  Tapi lalu jalan hidup ini terbalik 180 derajat setelah  kemudian menikah dgn seorang pelayan Tuhan yang telah menyerahkan hidup sepenuhnya pada panggilan  Tuhan, saya gamang.  Ritme hidup saya mulai  berubah.  Dari yang terbiasa hidup berfokus pada kerja cari duit halal sebanyak-banyaknya, ngandalin otak, kerja keras dan kemampuan diri lalu kini apa-apa harus doa dulu, Tanya Tuhan dulu, andalin Tuhan one hundred percent, saya pusing tujuh keliling.  Bingung menunggu dan menanti apa yang Tuhan mau dan inginkan.  Dari yang  100% menganggap diri bisa, dibalik untuk 100% ngandain Tuhan seru semesta alam untuk ngatur ini hidup, nentukan arah pelayanan dan mengharapkan direct-Nya day by day dengan penuh kesabaran, harap dan kepasrahan Total..tal..tal…tal.  Yang dulunya one man show kini harus jadi wanita behind&#8230;.  Pendukung suami, rekan kerja suami, untuk jadi kawan sekerja Allah diladang-Nya.  Awalnya sangat tidak mudah bagi  saya. Saya sering gagal dan DIA tahu saya banyak lakukan kesalahan.  Tapi saya belajar ekstra keras day by day, melatih diri saya day by day.  Harus mengikis banyak bagian didalam hidup yang telah bertahun-tahun dibentuk dimasa “sendiri” dinegeri orang, harus bersedia dihancurkan dan dibentuk kembali jadi bejana yang lebih baik, lebih indah, lebih kuat, lebih bermakna, untuk proyek besarnya Tuhan-melayani sesama.  Belum semuanya berhasil tapi saya memberi diri.</p>
<p>Saya teringat sebuah perkataan Yesus didalam Injil Yohanes psl. 21:18 Yesus berkata kepada Simon Petrus,  Aku berkata kepadamu : sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan kemana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ketempak yang tidak engkau kehendaki.</p>
<p>Ternyata apa yang Yesus sampaikan diatas dapat kita pahami lebih dalam bila kita lihat pada perkataan-perkataan sebelumnya ….” Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus : Simon, anak Yohanes,apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini? Jawab Petrus kepadaNya :  Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa Aku mengasihi Engkau.  Kata Yesus kepadanya :  Gembalakanlah domba-domba-Ku. <strong>Ay. 15)</strong></p>
<p>Pertanyaan apakah engkau mengasihi Aku pada ayat 15 tsb, adalah pertanyaan terpenting yang pernah dihadapi Petrus yang berarti apakah Petrus mempunyai kasih yang <em>mengabdi </em>bagi Tuhannya.  Dari referensi yg ada ada dua kata Yunani dipakai disini untuk “kasih”.Yang pertama, <em>agapao </em>berarti kasih yang rasional dan bertujuan, terutama dari pikiran dan kehendak.  Yang kedua,<em>phileo </em>melibatkan perasaan kasih yg hangat yang lazim dari emosi, jadi suatu kasih yang lebih pribadi dan penuh perasaan.  Melalui kedua kata ini  Yesus menunjukkan bahwa kasih Petrus jangan hanya dari kehendak saja namun juga dari hati, kasih yang timbul baik dari maksud maupun dari hubungan pribadi.</p>
<p>Pertanyaan Yesus kepada Petrus adalah pertanyaan yg penting untuk semua orang percaya. Tak terkecuali  saya.  Kita  semua  harus mempunyai kasih pribadi dari hati bagi Yesus dan mengabdi kepadaNya.</p>
<p><strong>Ayat 16</strong>..kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya : “Simon, Anak Yohanes,apakah engkau mengasihi Aku ? jawab Petrus kepadanya : Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.”  Kata Yesus kepadanya : Gembalakanlah domba-dombaKu. <strong>Ayat 17</strong>: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya : Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku ? Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya : Apakah engkau mengasihi Aku  dan ia berkata kepadaNya : Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu.  Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.  Kata Yesus kepadanya : “ Gembalakanlah domba-dombaKu.”</p>
<p>Ketika Yesus mengatakan &#8230; &#8221; Gembalakanlah domba-dombaKu.&#8221;</p>
<p>Yesus menggambarkan orang percaya sebagai anak-anak domba dan domba-domba.  Ada 3hal tersirat dalam pernyataan ini :  yang pertama, kita semua membutuhkan perawatan pastoral.  Yang kedua, Kita senantiasa perlu makan dari Firman Allah. Dan yang ketiga, karena domba-domba cenderung berjalan mendekati bahaya, kita senantiasa memerlukan bimbingan, prlindungan dan teguran.</p>
<p>Lalu perkataan :  Apakah engkau mengasihi Aku ? Yesus memandang kasih sebagai syarat dasar dari semua pelayanan Kristen.  Memang diperlukan kualitas lainnya ( I Tim. 3:1-13 ), tetapi kasih akan Kristus dan sesama sangat..sangat..diperlukan ( IKor. 13:1-3 ).</p>
<p>Dari semuanya ini saya tahu bahwa hidup yang saya inginkan selama ini bukan yang Tuhan inginkan bagi saya.  Hari lepas hari Tuhan menunjukkan kepada saya arti sebenarnya dari sebuah kehidupan.  Dia memimpin saya dengan kasih dan kesetiaan dan Diapun ingin saya mengikutiNya dalam kasih dan kesetiaan-supaya saya bisa  melayani orang lain dengan kasih dan kesetiaan juga.  Selama 1 tahun penuh kami harus bolak-balik pelayanan 110km pada malam hari, terkadang dibawah guyuran hujan lebat dan angin kencang tapi tak pernah sekalipun kami alami persolan dijalan.  Mobil yang sudah tak baru lagi tapi tidak pernah satukali pun mengalami kebocoran ban ataupun kerusakan mesin.  Berbulan-bulan Tuhan memelihara kami dalam kasih dan kesetiaanNya. Untuk menunjukkan kedaulatanNya atas hidup kami.</p>
<p>Saya yang malam ini kedinginan ditengah kabut malam tak seharusnya selalu bertanya mengapa.  Sebab dibalik semuanya ini Tuhan punya grand planning for us.  Mungkin saat ini saya belum bisa melakukan banyak hal untuk pekerjaanNya tapi saya biarkan Tuhan membentuk saya hari lepas hari supaya sampai saatNya Dia boleh memakai saya untuk melayani sesama didalam pekerjaanNya sesuai kehendaknya dan rencanaNya.</p>
<p>Seorang sahabat menulis diblognya :</p>
<p>&#8220;Take the first step in faith. You don&#8217;t have to see the whole staircase. Just take the first step.&#8221; ( Martin Luther King Jr )</p>
<p>Oh ya, sahabat&#8230;walaupun mungkin terlambat, Selamat Tahun Baru&#8230;semoga ditahun baru ini kita dapat &#8230; &#8220;Take the first step in faith. You don&#8217;t have to see the whole staircase. Just take the first step.&#8221;</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/1013/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=1013&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2011/01/22/kabut-dan-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2011/01/foto.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">foto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;.the strength to face anything&#8230;.</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2010/02/20/915/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2010/02/20/915/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 13:44:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan, refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[Karena kehujanan beberapa waktu lalu ditambah kondisi fisik yang kurang fit karena lelah diperparah dengan cuaca yang tak menentu hujan &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2010/02/20/915/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=915&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2010/02/ps113-3x1.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-980" title="praise God" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2010/02/ps113-3x1.gif?w=529" alt=""   /></a>Karena kehujanan beberapa waktu lalu ditambah kondisi fisik yang kurang fit karena lelah diperparah dengan cuaca yang tak menentu hujan lebat dan panas menyengat sekaligus, tubuh saya lalu kalah maka paginya bangun dengan keadaan yang sangat lemah…..tetapi saya tetap berusaha untuk beranjak dari tempat tidur namun badan terasa begitu berat karena  seluruh persendian seolah seperti akan lepas.  Kedua kaki  begitu lemah untuk menopang tubuh  lalu demam tinggi maka kloplah derita saya hari itu dibulan pertama tahun 2010.</p>
<p>Welcome 2010 !</p>
<p>Saya tak ingin sakit sebenarnya disaat ini.  Benar-benar tak ingin.  Dengan sekuat tenaga saya berusaha bangun dengan tubuh tegak namun beberapa detik kemudian tubuh ini telah terhempas kembali ditempat tidur.  Nyeri dibagian pinggang tiba-tiba muncul disusul dengan rasa sakit yang luar biasa.  Sungguh sakitnya tak terhingga. Keringat dingin seperti mengalir keluar dari tubuh saya, dan karena tak mampu menahan sakit yang begitu rupa, akhirnya seluruh isi perut saya keluar semua  sampai akhirnya benar-benar tak ada lagi yang dapat dikeluarkan.   Akhirnya dengan tak mampu lagi menahan rasa sakit, walau telah berupaya mengalihkan perhatian dari rasa sakit itu, saya tak mampu lagi untuk tidak menangis.  Sambil menangis karena kesakitan dan menangisi kelemahan tubuh ini sayapun  memohon pada Tuhan&#8230;&#8230;.jangan biarkan saya sakit Tuhan…karena masih ada yang harus saya lakukan segera&#8230;tolong saya Bapa, setidaknya  untuk saat-saat ini, walau saya tahu sakit ini adalah hasil kecerobohan saya sendiri, lagipula saya begitu paranoit kalau harus ke dokter&#8230;.tapi diatas semua ini &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;saya tahu Tuhan lebih mengenali saya, dan saya mengharapkan  Tuhan lebih dari apapun-disaat-saat seperti begini.</p>
<p>Walau karenanya saya dicap <em>aneh</em> oleh sang suami  sambil segera menyeret saya ke dokter, saat itu juga.  Pengalaman pahit saya mengawali tahun 2010,tahun <em>Macan</em> bagi orang Tianghoa, tahun <em>Ayin</em> bagi orang Yahudi, tahun penuh rahmat dan anugerah, bagi saya&#8230;&#8230;..ha..ha..ha&#8230;.</p>
<p>Sahabat, sakit, atau kesakitan adalah suatu kata yang sangat mengerikan. Menjadi momok yang menakutkan.  Dan bagi saya suatu keadaan yang menyedihkan, karena bisa memenjarakan saya dalam rasa mengasihani diri yang berlarut.  Karena itu pikir saya, semoga ini tak akan lama, setidaknya untuk saat ini.  Saat dimana keadaan dan kondisi mengharuskan saya untuk tetap bertahan, menjadi kuat dan tak harus menyerah dengan keadaan diri.  Karena jika berlarut, takut saya, yang sakit bukan hanya fisik saya, tapi bisa-bisa menjalar ke pikiran.  Soalnya saya bisa saja tergoda untuk mengasihani diri secara <em>berlebihan</em>-sesuatu yang tidak sehat yang sering saya lakukan, dulu.</p>
<p>Sahabat, hari-hari kedepan, sama seperti orang lainnya di negeri ini, kita mungkin akan diperhadapkan pada kondisi yang tak menentu, tak terprediksi.  Seorang sahabat yang pandai menulis diblognya dengan begitu baik tentang ketidakpastian dan hari plus hati yang tak terselami yang kita hadapi bersama di tahun 2010 ini &#8211; (atau mungkin juga untuk tahun-tahun selanjutnya, pikir saya).  Saya setuju dengannya, kita tak tahu apa yang bakal terjadi didepan nanti sahabat, kita hanya harus siap dan lengkapi diri untuk dapat bertahan atau mungkin untuk  tetap dapat survive bahkan keluar sebagai pemenang dari kehidupan yang tak pasti dan tak terselami ini.   I Hope &#8230;&#8230; and still grow in hope&#8230;!</p>
<p>Karena itu, kalau boleh, saya namakan tahun ini tahun penuh rahmat dan anugerah saja ya&#8230;.! Kenapa harus saya namakan seperti itu ? karena benar, apa yang tersaji ditahun ini tak bisa kita selami, tak dapat diketahui secara pasti.  Karena tak pasti dan tak terselami inilah, maka tentu orang berusaha mencari dan menemukan formula yang pas untuk menghadapinya, dengan dua kemungkinan. Mungkin berhasil dan mungkin pula tidak.  Lalu pastinya kita   akan menemui banyak persoalan, masalah dan tantangan baru yang harus pula dihadapi.  Kalau saya, yang pasti tak bisa sendiri menghadapi ini , saya perlu sesuatu yang melebihi kemampuan, kekuatan dan kesanggupan alamiah saya yang terbatas.  Saya menyadari sepenuhnya bahwa saya perlu banyak anugerah dan rahmat Tuhan semesta alam, agar bisa melalui dan menyelesaikannya dengan baik dan benar.</p>
<p>Pikiran saya didasari atas ini :</p>
<p>Seingat saya <em>anugerah</em> adalah kata yang memiliki arti yang sama dengan kata karunia atau kasih karunia. Yang diterjemahkan sebagai pemberian, yang diberikan Allah kepada manusia, secara <em>dorea</em> ( cuma-cuma, seperti hadiah ) sebagai pemberian Ilahi. Yakobus mengingatkan kita sahabat bahwa ”setiap pemberian yang baik (dosis) dan setiap anugerah yang sempurna (dorema) datangnya dari atas.”   Karena itu disaat saya tak mampu, saya memohon anugerah dan kasih karunia Tuhan, yaitu suatu kekuatan dan kemampuan Ilahi yang diberikan kepada saya secara cuma-cuma layaknya seperti sebuah hadiah, walau sebenarnya saya tak layak menerimanya.  ( disebut bodoh jika kita menolak diberi suatu hadiah yang sebenarnya sangat kita butuhkan bukan ? ).  Maka dengan anugerah inilah  saya masuki tahun ini dan akan melaluinya dengan kekuatan dan kemampuan Ilahi yang telah diberikanNya bagi saya.  Ya, begitulah sahabat&#8230;.menurut <em>percaya</em> saya.</p>
<p>Hal anugerah dan kasih karunia yang disebut diatas itu memang semata-mata hak absolut Sang Pencipta yang diberikan pada orang yang memang mau menerimanya.  Namun, tak semua kita, tahu dan mau menerima.  Buktinya ada saja manusia, yang telah berusaha mati-matian dengan usahanya sendiri, untuk hal-hal yang memang berada diluar kemampuan alamiahnya, tetapi gagal.  Dan karena gagal beroleh apa yang diinginkannya, mereka melakukan hal-hal yang keliru, dengan cara, menghancurkan orang lain bahkan akhirnya menghancurkan dirinya sendiri, untuk sesuatu hal yang sebenarnya bukanlah kapasitas mereka.  Mereka mampu kalau ada kemampuan dan kekuatan lebih yang diberikan oleh suatu kuasa atau power yang berada jauh diatas kekuatan manusia yang terbatas, yaitu kuasa Ilahi.  Nah, melihat masa depan yang tak terselami ini juga merupakan sesuatu ”pekerjaan” yang tak mampu saya lakukan, ini berada diatas kemampuan alamiah saya sebagai manusia yang terbatas, dan hanya Sang Pembuat waktu dan masa itu yang benar-benar tahu, dan yang paling tahu.  Karena Dialah  Sang Mahatahu.</p>
<p>Sahabat, anugerah membuat kita dapat melihat hal-hal yang berada diluar kemampuan alamiah kita.  Karena anugerah maka kita boleh bermimpi, boleh berharap dan percaya bahwa apapun yang kita harapkan dan inginkan asalkan  sesuai kehendakNya, akan terjadi didalam hidup kita.  Sekali lagi, asal kita percaya&#8230;&#8230;dan&#8230;..s..e..s..u..a..i&#8230; kehendakNya !  Karena percayalah maka kita akan terus mempunyai antuasiasme yang tinggi, keyakinan diri yang sehat, untuk mengharapkan sesuatu yang baik terjadi didalam hidup kita.  Yang saya maksudkan disini tidak berarti semata-mata hanya berhubungan dengan hal-hal fisik, tetapi tekanan utamanya adalah pada hal-hal batiniah, sesuatu yang dari dalam diri kita.  Anugerah membuat kita tetap bisa melihat matahari dibalik awan pekat,pastinya, dan melihat jalan keluar dibalik masalah – masalah hidup, membuat kita dapat bertahan dimasa-masa sukar dan tetap sadar diri ketika kita mencapai sukses.  Dan karena anugerah pula, akhirnya saya dapat sembuh dari sakit yang sangat menyiksa itu, dan akhirnya  berubah menjadi sedikit lebih &#8220;langsing&#8221; ha..ha..ha&#8230;Praise God &#8230;. and terimaksih&#8230;.</p>
<p>Mengenai hari-hari kedepan yang penuh tantangan, persoalan dan hal-hal yang tak terselami atau terprediksi, maka institusi kami ditahun 2010 ini menggunakan tema besar yaitu ” <strong>The year of expansion</strong>” dan tema bulanan untuk bulan Pebruari ini adalah <strong>GROW</strong> ( bertumbuh )</p>
<p>Dasarnya Kitab Yesaya 54 : 2-3&#8230;..yang mengatakan :</p>
<p>” Lapangkanlah tempat kemahmu dan bentangkanlah tenda kediamanmu.  Janganlah menghemat, panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh patok-patokmu.  Sebab engkau akan mengembang kekanan dan kekiri, keturunanmu kan memperoleh bangsa-bangsa&#8230;”</p>
<p>Latar belakang sejarah penulisan ayat ini adalah merupakan sebagian dari nubuatan Nabi Yesaya akan janji pemulihan dan penebusan Allah bagi umat Israel pada masa pembuangan mereka di Babel. Yesaya sendiri adalah anak Amos orang Israel. Ia seorang yang hidup di Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda sekaligus yaitu Raja Uzia, RajaYotam, Raja Ahas, dan Raja Hizkia.  Jadi pelayanan Nabi Yesaya meliputi lebih dari setengah abad sejarah Yehuda.   Yesaya mati syahid menurut tradisi Yahudi dengan cara digergaji.  Karena ia menyampaikan nubuatan, nasehat, teguran dari Allah bagi bangsa Yahudi agar mereka bertobat dan berbalik kepada Allah,  tapi ia ditolak dan akhirnya sesuai tradisi yang berlaku, ia dibunuh oleh Raja Manasye putra Raja Hizkia yang jahat -  sebelum akhirnya Yehuda dibuang ke Babel.</p>
<p>Yesaya berasal dari keluarga kalangan atas di Yerusalem, dia orang berpendidikan, memiliki bakat sebagai penggubah syair dan berkarunia, mengenal keluarga raja dan memberikan nasehat secara nubuat kepada para raja mengenai politik luar negeri Yehuda.  Saat itu Yesaya dipandang sebagai nabi yang paling memahami kesusastraan dan paling berpengaruh dari semua nabi yang menulis kitab.  Yesaya hidup sezaman dengan Nabi Hosea dan Nabi Mikha.  Ia bernubuat selama perluasan kerajaan Asyur yang mengancam, keruntuhan terakhir kerajaan utara  (Israel) serta kemerosotan rohani dan moral di kerajaan selatan ( Yehuda ).  Yesaya dipakai oleh Allah untuk menyampaikan teguran dan nasehat berupa nubuatan, pada saat bangsa Israel telah terpecah dalam dua kerajaan ( yaitu kerajaan utara dan selatan )</p>
<p>Yesaya memperingati  Raja Yehuda, Ahaz agar tidak mengharapkan bantuan dari Asyur melawan Israel dan Aram.  Ia mengingatkan Raja Hizkia, setelah kejatuhan Israel tahun 722 sebelum masehi, agar jangan mengadakan persekutuan dengan bangsa asing menentang Asyur.  Ia menasehati kedua raja itu untuk percaya kepada Tuhan saja sebagai Pelindung mereka dan Yesaya mempunyai pengaruhnya yang terbesar  adalah pada masa pemerintahan Raja Hiskia.  Itulah sedikit latar belakang sejarah Nabi Yesaya dan keadaan bangsanya pada saat itu.</p>
<p>Hubungannya dengan thema yang dipakai institusi kami tahun ini adalah sebagai upaya agar kita dapat selalu mengingat khususnya tahun ini bahwa janji penyelamatan dan pemulihan ini masih tetap ada dan diberikan bagi semua orang, khususnya bagi kita umatNya.  Kita dapat mempelajarinya dari kehidupan Nabi Yesaya dan umat Israel dimasanya yang  tetap masih relevan sampai masa kita saat ini.</p>
<p>Fakta bahwa Allah melalui nabi Yesaya tetap memberikan janji pemulihan dan penebusan bagi Israel walau nyatanya mereka telah menentang dan menolak Dia, sehingga mereka dibuang ke Babel.  Ini juga menunjuk kepada kita, kaum keturunan Israel secara rohani yang hidup pada jaman ini, yang juga telah melakukan tradisi leluhur kita yaitu memberontak dan menentang Allah melalui perilaku dan tindakan kita setiap hari, namun janji pemulihan dan keselamatan melalui nubuatan inipun masih berlaku dan kini diberikan bagi kita, bukan lagi lewat Nabi Yesaya tapi lewat AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus , supaya barangsiapa yang percaya dan menerima Dia-diselamatkan.  Itulah dasarnya thema ini dipakai supaya kita tetap ingat bahwa,</p>
<ul>
<li>Allah itu Kasih, dan karenanya,</li>
</ul>
<ul>
<li>Ia masih tetap beri kita waktu untuk percaya dan menerima janji pemulihan dan keselamatanNya, walau kita sementara berada di masa ”pembuangan”</li>
</ul>
<ul>
<li>Dia telah beri kepada kita JALAN menuju kesana melalui kelahiran, kematian dan kebangkitan AnakNya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Dan selama masa anugerah ini, apapun keadaan dan situasi kita, siapapun dan bagaimanapun kita, semua kita yang percaya dan menerima Dia, punya harapan dan kesempatan yang sama untuk diselamatkan dan dipulihkan, sehingga kita dapat menanggung segala perkara, yang mungkin dapat diselami maupun yang tak terselami &#8230;.sebab kita punya dasar untuk percaya, dan dasarnya ini : <em>segala perkara dapat kita tanggung didalam Dia yang memberikan kekuatan kepada kita,</em></li>
<li>Hanya oleh karena ANUGERAH&#8230;.hanya oleh karena KASIH.</li>
</ul>
<p>(<em>Segala perkara dapat kita tanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita,</em> Fil.4:13&#8230;</p>
<p>Terjemahan dari Holy Bible contemporary English Version  adalah   <strong><em>Christ gives me the strength to face anything</em></strong>..…ya, to face anything, friend ! )</p>
<p>Saya suka dengan tema itu karena bagi saya pribadi, didalamnya terkandung nilai iman, kepercayaan, harapan, impian, dan usaha.</p>
<p>Tapi masalahnya selalu, adalah, semuanya itu tak akan mungkin terjadi dan tergenapi bila hanya berhenti sampai pada slogan saja, tanpa adanya suatu tindakan iman, <em>to do it. </em>Kita tak bisa hanya duduk-duduk saja berdoa dan berharap supaya hal itu akan terjadi.  Jelas bahwa berharap saja tidaklah cukup.</p>
<p>Jika kita ingin belajar mengendarai sepeda, belajar berenang ataupun belajar  memasak misalnya, kita tidak hanya duduk-duduk dikursi kita yang empuk dan hanya berharap, kan ? harapan bisa dibilang hanya modal awalnya saja.  Selanjutnya kita harus temukan sebuah sepeda, lalu duduk diatas pedalnya, berusaha menyeimbangkan tubuh, mengayuh berulang-ulang dan jatuh beberapa kali, mungkin terluka dibeberapa bagian tubuh, sampai akhirnya kita benar-benar bisa mengendarainya.</p>
<p>Belajar berenang ya&#8230; tentunya dengan terjun kedalam air, meskipun tak yakin kalau air itu dapat menahan tubuh kita, menggerakkan tangan dan kaki kita berulang-ulang, mendapatkan minuman gratis air kolam berkali-kali, nyaris tenggelam berkali-kali, sampai akhirnya kita dapat benar-benar berenang dengan cara yang sebenarnya.</p>
<p>Untuk dapat belajar memasak, kita akan mencari sebuah buku resep atau seseorang yang pandai memasak dan mulai mencoba belajar dari dirinya, mungkin melakukan beberapa kesalahan, menghasilkan beberapa masakan yang rasanya”aneh” sampai akhirnya dapat memasak sepandai chef resto ternama.    Selalu ada step by step yang perlu dilalui agar sebuah mimpi dan harapan tercapai.  Didalam proses inilah iman bekerja     ( to be grow )  dan mendorong kita untuk mencapai ekspansi.</p>
<p>Saya selalu  memahami begini :  jadi mulanya anugerah itu diberikan, lalu kita terima dengan iman, kemudian lalui proses agar iman kita bekerja dan akhirnya to be grow untuk bisa melakukan ekspansion.  Yakobus 2:17 berkata :  iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.  Jadi walau punya iman tapi tidak melakukannya maka = iman yang mati.  Jadi walau punya iman tapi mati bukankah sama dengan tidak punya iman ?</p>
<p>Saya tak berniat menggurui sahabat dan takkan dapat, saya tak ingin menjadi seolah-olah adalah orang yang paling tahu hal ini, karena sebenarnya semakin saya melihat kepada Allah dan bercermin pada kebenaranNya yang belum banyak saya tahu ini, semakin saya melihat saya tak tahu apa-apa.  Karena itu saya mau terus bertumbuh, bertumbuh kedalam, untuk berakar, menyerap sebanyak-banyaknya nutrisi yang mungkin dapat diserap, menjadi mampu untuk menggeser tanah dan bebatuan untuk tumbuh keatas, untuk membentuk batang yang semakin hari semakin kuat, lalu mengeluarkan ranting, dahan dan daun dan akhirnya menghasilkan buah yang baik &#8211; Pada masanya.  Walau ini disebut seleksi alam, tapi khusus untuk hidup saya pribadi, dalam hal to be grow, saya mengandalkan arti kata Anugerah.  Kalau tak demikian, saya bisa apa ?</p>
<p>Sahabat, saya suka lagu dibawah ini karena mewakili kehidupan saya yang sesungguhnya, syairnya demikian :</p>
<p style="text-align:center;">Besar karyaMu, dalam hidupku</p>
<p style="text-align:center;">Tak pernah cukup kata, memujiMu</p>
<p style="text-align:center;">DipelukanMu, Kau menjagaku</p>
<p style="text-align:center;">Kutak menjadi lemah, karenaMu</p>
<p style="text-align:center;">Kaulah Tuhan El-shaddai</p>
<p style="text-align:center;">Tuhan yang berkuasa</p>
<p style="text-align:center;">Kau sanggup mengadakan</p>
<p style="text-align:center;">Semua yang kuperlukan</p>
<p style="text-align:center;">Kaulah Tuhan El-shaddai</p>
<p style="text-align:center;">Kuserukan Kau ajaib</p>
<p style="text-align:center;">Kau tempat kuberharap</p>
<p style="text-align:center;">Yang selalu setia</p>
<p style="text-align:center;">M  e  n  y  e  r  t  a  i&#8230;.ku</p>
<p style="text-align:center;">Besar kuasaMu</p>
<p style="text-align:center;">Yang menuntunku</p>
<p style="text-align:center;">Tak pernah cukup kata memujiMu</p>
<p style="text-align:center;">PenghiburanMu, kekuatanMu</p>
<p style="text-align:center;">Ku tak menjadi lemah karenaMu</p>
<p style="text-align:center;">Kaulah Tuhan El-shaddai</p>
<p style="text-align:center;">Tuhan yang berkuasa</p>
<p style="text-align:center;">Kau sanggup mengadakan</p>
<p style="text-align:center;">Semua yang kuperlukan</p>
<p style="text-align:center;">Kaulah Tuhan El-shaddai</p>
<p style="text-align:center;">Kuserukan Kau ajaib</p>
<p style="text-align:center;">Kau tempat kuberharap</p>
<p style="text-align:center;">Yang selalu setia</p>
<p style="text-align:center;">M  e  n  y  e  r  t  a  i&#8230;.ku</p>
<p style="text-align:left;">Sahabat, bulan kedua ditahun 2010 sebentar lagi usai.  Dan tanpa terasa kita telah hampir masuk pada pertengahan tahun.  Lalu akhirnyapun tahun ini, yang disebut tahun baru akhirnya berlalu juga dan menjadi tahun lama.  Kita akan dibawa untuk memasuki tahun lain lagi yang lebih baru -  2011  -  2012  -  2013&#8230;.dst..dst&#8230;</p>
<p>Semuanya akan terus berganti dan semuanya terus berubah.</p>
<p>Wajah, penampilan, usia, bobot tubuh, semuanya.  Model dan gaya terus berganti-atau sebenarnya hanya berulang atau berputar.</p>
<p>Kisah dan cerita kita saat ini akan jadi sejarah masa lalu, nanti.</p>
<p>Rindu dan benci, marah dan maaf, salah dan benar. Persahabatan dan  tidak lagi bersahabat. Cinta dan tak lagi cinta, terluka dan tak lagi luka, hanya datang dan pergi.</p>
<p>Musim  berganti dan berlalu. Semua bisa  menjadi tak sama lagi.</p>
<p>Mungkin kita terima saja sebagai bagian dari hidup ? lalu kita bisa apa kalau bukan hadapi dan jalani ?</p>
<p>Tapi walau begitu, ada satu perkara yang tak akan pernah dan tak akan mungkin berubah, yakni <em>Kasih dan Setia Tuhan yang telah kita alami disepanjang tahun-tahun umur hidup kita. </em></p>
<p>Dan sahabat,</p>
<p>Mungkin, kita dapat menghadapi semuanya,  dengan sesuatu yang tak mungkin dan tak pernah berubah itu,</p>
<p>untuk terus bertumbuh.</p>
<p>Mungkin sambil mengingat syair lagu ini  :</p>
<p style="text-align:left;">Besar karyaMu, dalam hidupku</p>
<p style="text-align:left;">Tak pernah cukup kata, untuk memujiMu</p>
<p style="text-align:left;">DipelukanMu, Kau menjagaku</p>
<p style="text-align:left;">Kutak menjadi lemah, karenaMu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Kaulah Tuhan El-shaddai</p>
<p>Kuserukan Kau ajaib</p>
<p>Kau tempat kuberharap</p>
<p>Yang selalu setia</p>
<p>M  e  n  y  e  r  t  a  i&#8230;.ku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/915/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=915&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2010/02/20/915/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2010/02/ps113-3x1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">praise God</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merry X&#8217;mas and Happy New Year Sahabat&#8230;.</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/26/merry-xmas-and-happy-new-year/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/26/merry-xmas-and-happy-new-year/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 08:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelahiran Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat&#8230;.. kelahiran Yesus menjadi sangat penting bagi kita ketika kita tahu bahwa sesungguhnya kita adalah manusia yang terlahir dalam dosa &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/26/merry-xmas-and-happy-new-year/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=893&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-894" title="natal3" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/natal3.jpg?w=190&#038;h=143" alt="" width="190" height="143" />Sahabat&#8230;.. kelahiran Yesus menjadi sangat penting bagi kita ketika kita tahu bahwa sesungguhnya kita adalah manusia yang terlahir dalam dosa dan tak akan mampu untuk mengatasi dan melepaskan diri sendiri dari kuasa dosa.  Karena itu kita perlu Yesus, Sang Mesias..Juruslamat  dunia&#8230;Anak Tunggal Bapa, yang karena KASIH, telah diberikan bagi sahabat dan saya.  Bertolak dari dasar inilah kita menerima, merayakan dan memaknai Natal ini dengan sukacita dengan suatu pemahaman yang benar bahwa kelahirannya membawa damai supaya dengan itu kitapun mau melahirkan karakter dan sifat Kristus, kasih, sukacita, damai, kesabaran, kebaikan&#8230;.dan semua buah-buah Roh lainnya&#8230;supaya kitapun boleh menjadi pembawa damai, jadi terang dan garam, dimanapun kita ada dan ditempatkan, dalam keadaan apapun, sesuai dengan kapasitas dan talenta kita masing-masing.  Semoga Allah sumber damai sejahtera itu memberikan kepada sahabat dan saya  kekuatan dan kemampuan untuk melakukannya.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/imagnatal-21.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-899" title="imagnatal 2" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/imagnatal-21.jpeg?w=529" alt=""   /></a></p>
<p>Merry X&#8217;mas dan Happy New Year sahabat&#8230;.Tuhan yang Maha Kasih menyertai dan memberkati kita. Syalom.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/natal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-895" title="natal" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/natal.jpeg?w=529" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=893&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/26/merry-xmas-and-happy-new-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/natal3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">natal3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/imagnatal-21.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">imagnatal 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/natal.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">natal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>22 Desember 2009</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/22/22-desember-2009/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/22/22-desember-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 00:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selamat Hari Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Wanita Cantik melukis kekuatan lewat masalahnya&#8230;tersenyum saat tertekan, tertawa disaat hati sedang menangis, memberkati disaat terhina, mempesona karena mengampuni.  Wanita &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/22/22-desember-2009/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=887&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/mawar.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-888" title="mawar" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/mawar.jpeg?w=529" alt=""   /></a>Wanita Cantik melukis kekuatan lewat masalahnya&#8230;tersenyum saat tertekan, tertawa disaat hati sedang menangis, memberkati disaat terhina, mempesona karena mengampuni.  Wanita Cantik mengasihi  tanpa pamrih dan bertambah kuat didalam doa dan pengharapan.</p>
<p>Ucapan ini  dikirim khusus untuk setiap wanita cantik kepunyaan Yesus,  Happy Mother&#8217;s Day&#8230;..GBU all.<a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/ibu.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-889" title="ibu" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/ibu.jpeg?w=529" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/887/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=887&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/12/22/22-desember-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/mawar.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">mawar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/12/ibu.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>walau rindu rumah tapi saya harus tetap kerja untuk RUMAH kekal nanti</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/11/29/catatanku/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/11/29/catatanku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Laaammmmaaaaaaa…..tak mem-posting sesuatu disini membuat resah.  Namun  beberapa bulan belakangan ini saya benar-benar sibuk karena beberapa tugas dan tanggungjawab hidup &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/11/29/catatanku/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=831&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laaammmmaaaaaaa…..tak mem-posting sesuatu disini membuat resah.  Namun  beberapa bulan belakangan ini saya benar-benar sibuk karena beberapa tugas dan tanggungjawab hidup yang memerlukan perhatian lebih.  Lalu ternyata (akhirnya ) merasa bahwa tidak “menulis” membuat saya seperti “kehilangan” sesuatu  So, hari ini saya berusaha menulis lagi disini, karena saya <em>perlu</em> melakukannya.</p>
<p>Beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali meninggalkan rumah karena tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang lebih besar yang telah diberikan oleh Tuhan melalui institusi kami  untuk  dikerjakan.  Hal mana membutuhkan energy dan  tanggungjawab lebihpula-tentunya.  Akhirnya tubuh dan pikiran saya terkadang menjadi “lelah” jadi sulit rasanya untuk benar-benar bisa menulis sesuatu diblog saya ini, padahal saya pingin sekali.  Karena bagi saya blog rancangan saya ini layaknya juga seperti sebuah rumah bagi saya.  Terkadang saya suka berada berlama-lama disini sekedar hanya untuk <em>menata</em> dalam tanda kutip &#8220;rumah&#8221; saya ini.  Sehingga ketika harus melakukan tanggungjawab lain yang menyita banyak waktu dan konsentrasi, lalu meninggalkannya begitu saja, membuat saya merasa rindu rumah, saya merasa homesick.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/rumahasriku.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-847" title="rumah" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/rumahasriku.jpg?w=529" alt=""   /></a>Sahabat, bagi sebagian besar kaum perempuan( kalo tak salah ya… ), berada dirumah dikelilingi keluarga dan sahabat-sahabat-merupakan kebutuhan “<strong>primerrrrrrrrr</strong>”…….ka-reee-nnnnnaaaa…….s a- n g a t ….. me-nye-nang-kan…….,  sebab pada dasarnya bagi sebagian kita, rumah adalah lambang keamanan, perlindungan, dan ketentraman.  Yang menyebut dirinya wanita pasti….…membutuhkan ketiga hal itu,..benar kan ???</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/20091117-holiday-door-350x263.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-845" title="20091117-holiday-door-350x263" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/20091117-holiday-door-350x263.jpg?w=529" alt=""   /></a>Saya tergolong dalam model yang seperti itu, sangat perlu dan bergantung pada ketiga hal diatas, sehingga jika ada suatu keadaan atau kondisi atau situasi tertentu yang ingin memisahkan saya dari rasa dilindungi,  keamanan dan ketentraman, tindakan utama saya adalah berusaha mati-matian mempertahankannya.  Tapi itu dulu…&#8230;.</p>
<p>Kini beberapa hal mendasar dan prinsip telah  menggeser kesenangan dan kenyamanan sementara saya itu. Sebenarnya yang ingin saya tuliskan disini bukan tentang hal saya itu. Kita lupakan saja dulu.  Yang saya maksudkan disini sahabat adalah bahwa dari “<em>persoalan-persoalan” </em> diatas, saya belajar satu hal kini bahwa walau saya selalu rindu rumah dengan ketenangan dan ketentramannya namun semuanya menjadi kurang penting manakala saya bandingkan dengan upaya yang  saya lakukan dalam hidup ini- disebabkan karena saya lebih mementingkan rumah kehidupan kekal saya nanti.  Karena itu saya belajar kini bahwa untuk bisa menerima sesuatu yang <em>lebih itu</em>, kita terkadang harus rela melepaskan sesuatu yang bersifat <em>sementara yang </em>mungkin selama ini telah menjadi <em>kesenangan</em>,atau <em>&#8220;kebutuhan</em>&#8221; atau <em>kesukaan</em> kita, yang mungkin kini telah menjadi tempat kita bergantung atau bersandar dalam tanda kutip, yang membuat kita lebih mengutamakan hal-hal jasmaniah dan melupakan dan mengesampingkan hal-hal batiniah-yang bersifat rohaniah-yang merupakan hal kekekalan.  Yang bersifat jasmaniah ini telah menahan kita meningkat ke next level atau  maju ke tingkatan yang lebih lagi.  Jadi, intinya supaya kita bisa bertumbuh menjadi lebih baik…lebih kuat…lebih  memahami….lebih &#8220;hidup&#8221;….lebih dewasa&#8230;lebih,lebih…&amp; lebih&#8230;.pokoknya  lebih dari sebelumnya maka untuk  hal prinsip ini-kita perlu satu kata kunci. berkorban.  ( Mungkin hal yang saya maksudkan ini ada hubungannya dengan perayaan Idul Adha yang dirayakan tgl.27 lalu oleh teman-teman muslim kita ya ?)</p>
<p>Ini menjadi penting, karena kita manusia yang hidup,  dan karena kita hidup, maka kita harus dan akan terus bertumbuh kearah yang lebih baik.   Untuk bertumbuh kita memerlukan apa yang disebut korban/perlu berkorban.  Waktu, tenaga,perasaan,keinginan,kesenangan, hobby, dan lain sebagainya.  Memang korban awalnya menyakitkan, tapi setelah itu kita pasti akan mensyukuri hasilnya !</p>
<p>Sahabat, menurut kamus  bahasa Indonesia kata korban berarti pemberian untuk menyatakan bakti, kesetiaan,   Dikalangan sahabat muslim dikenal istilah kurban  yang artinya : jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sbg  kurban. Korban juga punya arti, orang, binatang, dsb. yg menjadi menderita (mati dsb.) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat.</p>
<p>Sedangkan kata berkorban hampir sama artinya yaitu perbuatan untuk  menyatakan bakti, kesetiaan, menjadi korban, menderita (rugi dsb) memberikan sesuatu sbg korban =  rela &#8211; demi kejayaan ( bangsa,Negara )</p>
<p>Korban dalam kosa kata bahasa Inggris = Sacrifice  = religious offering,  mouslim= the offering made at rites celebrating idul adha,  victims</p>
<p>Kamus Alkitab  menjelaskan tentang korban dalam arti ini  :</p>
<p>Korban adalah Persembahan kepada Allah untuk memuliakan Dia (korban sajian), untuk memelihara persekutuan dengan Dia (korban bakaran , korban keselamatan dan korban pujian), untuk menebus dosa dan kesalahan (korban penghapus dosa, korban penebus salah).  Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya sekali untuk selamanya sebagai korban penebus dosa.  Jemaat Kristen dianjurkan untuk berkorban atas dasar perbuatan Yesus itu (Rm. 12:1),  khususnya mempersembahkan korban pujian (Ibr. 13:15).</p>
<p>Intinya saya lihat bahwa didalam semua agama mengajarkan nilai ini.  Karena itu setiap kita yang menyebut dirinya ciptaan, layak berkorban untuk Penciptanya dengan jalan mau berkorban bagi orang lain/sesama.   Sebab tanpa korban semua kita berada pada kondisi hidup yang sia-sia dan percuma.  Tidak berkualitas.  Bahkan karena ketidak mauan untuk berkorban membuat kita menjadi orang yang selfis yang mementingkan diri.  Jika semua kita hanya mementingkan diri sendiri atau menempatkan kepentingan diri sendiri lebih tinggi dari kepentingan lainnya, maka apakah berlebihan jika saya berpikir bahwa mungkin suatu saat nanti lingkungan dimana kita hidup ini   akan    berubah    menjadi    rimba  ?</p>
<p>Jelas  ada hubungannya dengan hal diatas, sahabat, hari-hari ini dibangsa saya ini, saya melihat dan memperhatikan  bahwa ternyata untuk suatu tujuan yang sementara, orang cenderung melakukan apa saja, tak perduli hal itu halal atau haram, benar atau salah.  Bahkan untuk dapat hidup mereka rela mengambil hidup orang lain.  Untuk membenarkan diri mereka tega menyalahkan orang lain, untuk menyelamatkan diri, instansi, korps, mereka berani menghancurkan, instansi, korps, institusi lain.  Sesuatu yang secara moral dan etika ditentang semua orang dibangsa ini tapi kenyataannya dilakukan oleh sebagian besar orang dibangsa ini.  Jika begini, saya bertanya kini,  apa makna korban ?  maukah kita berkorban ? dapatkan kita berkorban ?  Bila kita mau, saran saya, mulailah dari diri sendiri.</p>
<p>Sahabat, saya mau berkorban.  Hanya karena satu alasan, bahwa saya yang hina dan berdosa ini telah diselamatkan dan dipilihNya untuk menjadi bagian dari pekerjaanNya yang besar dibumi ini.  Seperti dalam makna ilustrasi dibawah ini  :</p>
<p>Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana.  Ada beberapa bejana tersedia, manakah yang akan dipilih?</p>
<p>&#8220;Pilihlah aku,&#8221; teriak bejana emas,&#8221;Aku mengkilap dan bercahaya. Aku sangat berharga dan aku melakukan segala sesuatu dengan benar.  Keindahanku akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang seperti Tuanku, emas adalah yang terbaik kan ?!&#8221;</p>
<p>Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.</p>
<p>Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi.<br />
&#8220;Aku akan melayani engkau Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan.  Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata.  Dan perakku akan selalu memujimu.&#8221;</p>
<p>Tuan itu terus berjalan dan menemukan sebuah bejana tembaga.</p>
<p>Bejana ini besar dan dipoles seperti kaca.</p>
<p>&#8220;Sini! Sini!&#8221; teriak bejana itu, &#8220;aku tahu aku akan terpilih. Taruhlah aku dimejamu, maka semua orang akan memandangku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lihatlah aku!&#8221;, panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya aku.  Meskipun aku mudah pecah, aku akan melayani engkau dengan kebanggaanku.  Dan aku yakin, aku akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu.&#8221;</p>
<p>Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu.  Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh.</p>
<p>&#8220;Engkau dapat memakai aku, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti.&#8221;</p>
<p>Kemudian tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja.  Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana Tuan itu.</p>
<p>Ah! Inilah bejana yang aku perlukan.  Akan Kuperbaiki dan Kupakai, akan Kubuat sebagai milikku  seutuhnya.  Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak.  Tidak juga yang besar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan bangga. Tidak juga yang merasa paling baik. Tetapi yang kucari adalah bejana tanah liat yang kosong dan hancur,yang takdipandang baik, itulah yang akan Kubentuk kembali menjadi bejana baru yang utuh, kuat dan indah.</p>
<p>Kemudian Ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki membersihkannya dan memenuhinya.  Ia berbicara dengan lembut kepada bejana itu, &#8220;Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah <em>Kuperbuat</em> bagimu.&#8221;</p>
<p>Demikianlah halnya dengan Tuhan.  Ia mencari sahabat dan saya yang mungkin “kelihatan” buruk dan tidak baik, tidak indah , kecil dan tidak terpandang bagi manusia,  namun Ia mau memilih,membentuk,memenuhi dan memakai kita untuk memberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.  Untuk itu Ia mau  sahabat dan saya menjadi orang yang mau dibentuk, sekalipun harus melalui hal-hal menyakitkan.</p>
<p><a href="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/jesus_bridge.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-851" title="Jesus_Bridge" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/jesus_bridge.jpg?w=529" alt=""   /></a>Oh, ya..sahabat&#8230;.., saya ingat kata seorang mentor, dia bilang&#8230;.hidup ini tak lama, mengapa tidak menambah kualitas ?</p>
<p>Sahabatku, melalui hal-hal yang saya lewati dalam jam-jam kehidupan ini, saya tahu satu hal, bahwa didalam kwalitas, selalu mengandung nilai waktu dan proses.  Juga korban.</p>
<p>Jadi, walau baru ini yang bisa ditulis disini saat ini, harap saya semoga ini dapat bermanfaat.</p>
<p>God Bless You.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/831/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=831&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/11/29/catatanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/rumahasriku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/20091117-holiday-door-350x263.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20091117-holiday-door-350x263</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/11/jesus_bridge.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jesus_Bridge</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari kekurangan&#8230;..</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/10/05/787/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/10/05/787/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 06:13:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat,  tidak banyak yang bisa saya tulis diblog saat ini, tapi saya punya satu kisah yang ingin saya bagikan buat &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/10/05/787/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=787&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-788" title="tempayan-retak2" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/10/tempayan-retak2.jpg?w=529" alt="tempayan-retak2"   />Sahabat,  tidak banyak yang bisa saya tulis diblog saat ini, tapi saya punya satu kisah yang ingin saya bagikan buat sahabat.   Dibaca ya….</p>
<p>Sahabatku……, terkadang jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain,dalam menghadapi sesuatu, dalam suatu situasi tertentu- kita merasa “kurang”.</p>
<p>Kurang berguna,…….. kurang beruntung,….. kurang baik,……… kurang berhasil, kurang….,kurang…. dan kurang”.  Saya pernah merasakan hal seperti itu.   Apakah sahabat pernah merasakannya juga ?</p>
<p>Pada saat-saat tertentu dalam sesuatu hal tertentu, terkadang saya merasa seakan-akan saya berfungsi tidak maksimal, merasa tak berarti bahkan tak berguna.  Dan itu melemahkan hati saya.</p>
<p>Tapi sahabat coba renungkan cerita dibawah ini  dan mari kita sama-sama ingat  bahwa setiap kita berharga dan Tuhan sanggup memakai ketidak sempurnaan kita menjadi tepat pada fungsinya dan berguna untuk menolong diri kita sendiri dan orang lain.</p>
<p>Sebab  Sang Pencipta kita kan bilang : ” Karena kita ini buatan tanganNya, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. jadi  Ia mau supaya kita hidup didalamnya &#8220;</p>
<p>Seorang ibu yang sudah tua memiliki dua buah tempayan air, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.<br />
Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.</p>
<p>Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.</p>
<p>Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.</p>
<p>Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.</p>
<p>Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.</p>
<p>Setelah  dua tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan-dilaluinya, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai.</p>
<p>“Aku malu, sebab air bocor dan tumpah melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.” Aku begitu menyesal dan merasa sedih serta tak berguna. Apa yang dapat kulakukan dengan keadaanku yang tak sempurna ini ?</p>
<p>Ibu itu tersenyum dan berkata, “tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya ?</p>
<p><em>Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu. </em></p>
<p>Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias mejaku dan membagikannya kepada tetanggaku yang memerlukannya.</p>
<p>Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini dan rumah tetanggaku tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.</p>
<p>Sahabat,  tanpa kita sadari, keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menyenang-kan dan memuaskan.  Karena itu kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.</p>
<p>Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari-hari kalian menyenangkan dan jangan lupa menikmati  dan mencium harumnya bunga-bunga,   di jalur kalian.”</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=787&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/10/05/787/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/10/tempayan-retak2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tempayan-retak2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari NN</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/15/dari-nn/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/15/dari-nn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 05:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah seorang ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.  Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah sosiologi.  Sang dosen &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/15/dari-nn/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=774&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-775" title="hand" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/hand.jpg?w=529" alt="hand"   />Saya adalah seorang ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.  Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah sosiologi.  Sang dosen sangat inpiratif dan teropsesi dengan kualitas yang diharapkan agar setiap orang memilikinya.  Tugas akhir yang diberikan diberi nama “tersenyum”.  Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka.</p>
<p>Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan “hello” jadi saya berpikir tugas ini sangatlah mudah.  Segera setelah kami menerima tugas tersebut saya mulai mencari-cari ide seperti apakah nantinya agar tugas ini selesai.  Ceritakan saja hal-hal yang lucu, bertemu dengan ibu-ibu yang lainnya didepan rumah ataupun sekedar menyapa penjaga kasir disupermarket adalah cara termudah untuk menyelesaikan tugas ini.  Namun saya menginginkan hal lain yang tergolong unik. “hm…mm..sulit sekali menimbulkan ide kreatif tersebut,” pikirku dalam hati sambil mempersiapkan makan malam hari itu.</p>
<p>Pada minggu berikutnya disuatu pagi dibulan Desember yang sangat dingin dan lembab, saya sekeluarga pergi ke sebuah tempak makan fast food untuk sarapan bersama dengan sedikit suasana berbeda.  Ini adalah salah satu cara kami untuk berkumpul dan berbagi.</p>
<p>Kami berdiri dalam antrian, menunggu untuk dilayani.  Ternyata dipagi yang dingin itu cukup ramai pengunjung yang ingin juga menikmati sarapan direstoran tersebut.  Senda gurau dan canda terdengar ditelinga saya belum lagi gelak tawa yang terkadang memecahkan keheningan restoran dan membuat beberapa pasang mata melihat kesumber tawa tersebut.  Mudah sekali mereka untuk tertawa.  Itulah yang hinggap dipikiran saya.</p>
<p>Saya dan suamipun mulai ngobrol sedikit ditengah antrian tersebut.  Saya menceritakan tentang tugas terakhir yang harus saya kumpulkan dan meminta pendapat darinya kira-kira konsep seperti apa yang hinggap dipikirannya.  Sambil tersenyum simpul dia berkata, “aku yakin engkau mampu melakukannya dan bersiaplah untuk sesuatu yang baru.”  Saya hanya mengernyitkan dahi tanda sedikit tidak mengerti dengan ucapannya.</p>
<p>Ketika mendadak, setiap orang disekitar kami tiba-tiba menyingkir dan bahkan kemudian suami sayapun ikut menyingkir.  Lalu seketika saya tidak bisa bergerak sedikitpun diikuti perasaan panic menguasai diri saya, ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.  Ketika saya saya berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang sangat menyengat, berdiri dibelakang saya dua orang tunawisma.  Ketika saya menunduk melihat seorang yang lebih pendek yang berdiri dekat dengan saya, ia sedang “tersenyum”.  Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan sepertinya ia minta untuk dapat diterima.  Ia lalu berkata “good day”, sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan.  Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri dibelakang temannya.  Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolongnya”.  Saya menahan haru ketika tetap berdiri disana bersama mereka.  Sementara pengunjung lainnya menatap saya dengan perasaan “aneh”</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-776" title="awan" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/awan.jpg?w=529" alt="awan"   />Wanita muda dicounter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan.  Ia berkata,’kopi saja, nona” karena hanya itulah yang mampu mereka beli.</p>
<p>( karena jika mereka ingin duduk didalam restoran dan mengangatkan tubuh mereka, maka mereka harus membeli sesuatu.  Mereka hanya ingin menghangatkan badan saja )</p>
<p>Saya tetap tenang dan segera berkata pada wanita dibelakang counter untuk memberikan pada saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.  Kemudian saya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya.  Saya meletakkan tangan saya diatas tangan dingin lelaki bermata jernih itu.  Ia melihat saya dengan mata berkaca dan berkata,”terima kasih”.  Saya tersenyum dan berkata,”sama-sama, Pak,saya melakukannya karena Tuhan mau saya lakukan itu dan Ia mau bekerja melalui saya untuk memberimu harapan.”</p>
<p>Saya menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan keluarga saya dimeja kami.</p>
<p>Ketika saya duduk, suami saya tersenyum dan berkata,” itulah sebabnya Tuhan memberi kamu kepadaku, untuk memberiku harapan.”  Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami tahu, <em>bahwa hanya karena anugerah Tuhan kami kami dapat memberi apa yang dapat kami berikan untuk orang lain yang membutuhkan  !<br />
</em></p>
<p>Selang beberapa hari saya kembali kekelas sosiologi untuk mengumpulkan tugas yang diberikan dengan cerita ditangan saya ini.  Saya menyerahkan “proyek” saya dan dosen saya membacanya.  Kemudian ia melihat saya dan berkata,”bolehkan kisahmu saya bagikan kepada yang lainnya?” saya mengangguk perlahan dan seketika ia mulai membacakannya untuk yang lain.  Saat itu saya tahu bahwa melalui kejadian yang saya alami dapat merupakan kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan untuk orang lain.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-778" title="women" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/women.jpg?w=529" alt="women"   />Dengan cara yang Tuhan buat dalam hidup saya, melalui kejadian yang saya alami tersebut, telah menyentuh orang-orang yang ada direstoran, menyentuh keluargaku, suamiku, dosenku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas dimalam terakhir saya sebagai mahasiswa.  Saya lulus dengan satu pelajaran besar dalam hidup, bahwa pertama, kasih adalah penerimaan tanpa syarat.  Kedua, cara bagaimana  untuk mencintai sesama dengan memanfaatkan benda-benda ; bukannya mencintai benda dengan memanfaatkan sesama.   (NN )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/774/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=774&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/15/dari-nn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/hand.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hand</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/awan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">awan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/women.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">women</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>a story of love &#8230;..</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/02/717/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/02/717/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 05:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu seorang sahabat datang dan mengeluhkan tentang sang belahan jiwa yang sudah tak lagi “seperti dulu”. “Dulunya ia tak &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/02/717/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=717&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-723" title="hearth in hand" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/hearth-in-hand.jpg?w=529" alt="hearth in hand"   />Sore itu seorang sahabat datang dan mengeluhkan tentang sang belahan jiwa yang sudah tak lagi “seperti dulu”.</p>
<p>“Dulunya ia tak seperti  ini, tapi semenjak sebulan lalu semuanya mulai berubah”.  “Saya berusaha tetap positive dan menaruh percaya penuh padanya tapi tanda-tanda “badai” itu semakin nyata.  Dua hari lalu pulangnya sampai jam 2 malam.  Lalu ketika kutanya, dia bilang urusan kerjaan dan meminta saya untuk tidak curiga yang aneh-aneh karena tubuhnya  terlalu lelah untuk mendengar pertanyaan-pertanyaan saya.  Kemarin tanda  itu menjadi jelas, seorang perempuan menelpon dan setelah memberi  berbagai alasan padaku, diapun pergi dan pulang larut malam lagi………………….dia telah berpaling pada yang lain dan meninggalkan aku dan anak-anak dalam derita dan sakit hati….!</p>
<p>Medengar cerita sahabat ini, hati saya sedih sebab mereka berdua adalah sahabat saya, dan keduanya saya kenal sebagai dua orang pribadi yang baik dan saling mengasihi.  Namun mungkin waktu telah mengubah sang pria dan melupakan komitment pernikahannya untuk tetap saling setia, mengasihi dan mencintai sampai akhir. Mungkin.</p>
<p>Sambil merenung dan berpikir tentang keadaan sahabat saya tadi saya teringat sebuah cerita yang dikirimkan lewat email.  Ceritanya begini  :</p>
<p>Pagi itu saya  sangat sibuk.  Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia  70-an datang  untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.  Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.</p>
<p>Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik kejam tangannya. Aku merasa kasihan.  Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..</p>
<p>Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab  tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk  makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.  Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.</p>
<p>Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.  Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.  Aku sangat terkejut dan berkata, ? Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal  lagi??  Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “dia memang tidak mengenali saya nak,tapi saya masih mengenali dia, kan?”</p>
<p>Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap gemetaran dan merinding.  Cinta kasih seperti itulah yang aku inginkan dalam hidupku.</p>
<p>absolutely right !!!!, cinta kasih seperti itulah yang sahabat dan saya inginkan dan butuhkan didalam hidup kita.<br />
Cinta, sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantic saja.  Dalam konteks ini, cinta sejati adalah menerima apa adanya……<em> </em></p>
<p><strong><em>yang terjadi saat ini</em></strong><em>,… <strong>yang sudah terjadi,</strong>…… <strong>yang akan terjadi ,</strong>…… <strong>dan</strong> <strong>yang tidak akan pernah terjadi  !<br />
</strong></em></p>
<p><em><br />
</em>Bagi saya kisah  ini menyampaikan satu pesan penting<em> </em>: <em> </em><strong>Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik.  Mereka hanya berbuat yang terbaik, dari apa yang mereka miliki.</strong></p>
<p><strong>GBU.<br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/717/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=717&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/02/717/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/09/hearth-in-hand.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hearth in hand</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan &amp; Teolog</title>
		<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/08/11/god-teolog/</link>
		<comments>http://sussykelly.wordpress.com/2009/08/11/god-teolog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 03:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sussykelly.wordpress.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Ada 3 kelompok orang yang mewakili kepercayaan banyak orang dewasa ini.  Pertama, kelompok yang tidak percaya kepada Tuhan.  Kedua, kelompok &#8230;<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/2009/08/11/god-teolog/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=625&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-630" title="man" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/08/man.jpg?w=529" alt="man"   />Ada 3 kelompok orang yang mewakili kepercayaan banyak orang dewasa ini.  Pertama, kelompok yang tidak percaya kepada Tuhan.  Kedua, kelompok yang percaya kepada Tuhan tetapi hidup berdasarkan kebenaran sendiri.  Ketiga, kelompok yang sangat mengangungkan keberadaan manusia diatas segala-galanya.  Kelompok-kelompok ini selalu bersaing untuk mempertahankan pandangan mereka.  Mereka berusaha mengungguli atau mendominasi pandangan kelompok lain.  Lalu kapan persaingan ini akan berakhir ?  tak ada yang tahu pasti sebab masing-masing berusaha memenangkan pandangan mereka tentang TUHAN.  Pertanyaannya adalah, apakah manusia mau menyembah Tuhan atau menyembah hal lain.</p>
<p>Ada sebuah puisiyang berjudul dan bersyair hanya terdiri dari satu kata saja yaitu, TUHAN.  Seorang teolog yang membaca puisi itu berkata,&#8217;dalam syair puisi itu hanya ada satu realitas tertinggi, yaitu TUHAN.&#8221;  Namun, teolog lain, setelah membaca puisi berkata,&#8221;ternyata dari puisi itu ada realitas lain yang muncul, yaitu HANTU (mungkin karena ia membalik kata Tu-han menjadi Han-tu ).</p>
<p>Contoh tersebut hanya ingin mengungkapkan bahwa dari satu realitas dapat muncul realitas yang lain.  namun jika dilihat lagi ternyata sebenarnya ada relaitas ketiga yang muncul dari kata TUHAN yaitu kata TUAN ( mungkin huruf H dari kata Tuhan dihilangkan) yang akhirnya kata Tuan tersebut dapat menunjuk kepada manusia.  Sekarang telah ada tiga realitas, yaitu Tuhan, Hantu dan Manusia ( Tuan ).</p>
<p>Dari tiga realitas pandangan diatas memunculkan kelompok-kelompok yang ingin mempertahankan pandangannya tentang TUHAN.  Akibatnya terjadilah suatu persaingan konsep yang tidak kunjung habis seperti dalam cerita Fiktif berikut  :</p>
<p>Teolog A  :  Sudah berpuluh-puluh tahun saya mempelajari teologi dan sungguh-sungguh bekerja keras untuk memahami Allah.  Namun pada akhirnya saya mendapati bahwa Tuhan adalah suatu eksistensi yang berdiri sendiri.  Tuhan adalah Pribadi yang sifatnya transenden.  Ia berdiri dan berada diluar sana, dan bukan disini lagi sebab Ia sudah menyeksaikan tugasNya dengan baik.  Allah telah dilahirkan menjadi manusia, bertumbuh, berkarya, mati dan bangkit kembali.  Allah telah pergi untuk selama-lamanya.  Konsep ini saya tulis didalam buku saya yang terbaru yang belum bisa diterbitkan, yang berjudul Seberkas Kepergian Yang Tidak Berbekas.  Ya, itu saja pendahuluan dari saya.&#8221;</p>
<p>Teolog B  : Berbicara tentang Tuhan amat menarik bagi saya sebab sepanjang hidup saya, saya selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk selalu setia beribadah kepadaNya.  Dengan banyak melakukan kewajiban agama dan banyak berbuat amal-kebajikan, saya yakin bahwa saya kelak akan bertemu dengan Tuhan disurga.  Oleh sebab itu bagi saya, hanya dengan iman dan perbuatan amal kita dapat menyatu dengan Tuhan.  Pandangan mengenai hal ini juga ada didalam buku saya yang terbaru dengan judul Iman dan Amal.  Saya harap anda semua mau membeli dan membacanya.</p>
<p>Teolog C  :  Menurut saya Tuhan adalah Yang Mahatinggi, Mahamulia, Mahasuci, Maha&#8230;.pokoknya serba maha.  Apabila kita ingin mencapainya, kita harus ber&#8221;tapa&#8221; dengan demikian, jiwa kita akan membumbung dan roh kita kepada Sang Khalik.  Itulah proses menjadi &#8220;Tuhan&#8221;.  Ketika roh kita kembali keasalnya, disitulah kita menyatu dengan Tuhan.  Keyakinan saya ini telah saya tuangkan dalam buku saya yang belum sempat diterbitkan, yang berjudul Mekanisme Menjadi Tuhan yang Ilahi.</p>
<p>Teolog D  : Tuhan adalah makluk rohani yang paling sempurna.  Dialah Roh yang abadi.  Manusia juga pada mulanya adalah roh, tetapi rohh itu telah terperangkap kedalam tubuh.  Dengan demikian, kehidupan manusia selama didunia ini amat menentukan keberadaan roh itu kelak dikemudian hari.</p>
<p>Tiba-tiba teolog E memotong pertanyaan itu dengan nada sedikit protes.</p>
<p>Teolog E  :  Saya kurang setuju dengan pandangan anda semua.  Sebab menurut saya manusia kini sudah dewasa dan sudah sungguh-sungguh menyadari keberadaannya.  Dengan ilmu pengetahuan selama ribuan bahkan jutaan tahun, manusia telah berkembang dari manusia primitif menjadi manusia modern.  Itulah maka manusia tidak memerlukan Tuhan lagi.  Manusia sudah dewasa dan dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, manusia modern mampu menjadi &#8220;Tuhan&#8221; bagi dirinya sendiri.  Nanti silahkan anda semua baca alasan-alasan dari semua pandangan saya itu dalam buku saya, Ketika Manusia Modern Mengungguli Tuhan, yang belum diterbitkan juga.</p>
<p>Teolog F  :  Saya agak setuju dengan pandangan anda, teolog E.  Namun saya tetap mengakui ide adanya Tuhan meski belum mempercayainya 100%.  Dalam buku saya yang terbaru, Tuhanku-Tuhanku Adalah Aku, anda dapat menemukan kebenaran pandangan saya itu !.  Tahukah anda bahwa penemuan teologi saya itu akan sangat mengejutkan dunia modern dewasa ini ?  Saya ingin mengajak semua orang untuk memahami Allah secara baru.  Namun saya heran mengapa banyak orang, filsuf atau teolog yang menolak penemuan saya yang baru itu ?  (sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia melanjutkan ) apakah mereka semua mau terus tinggal dalam tradisi-tradisi filsafat, teologi dan pemikiran mereka yang kuno dan usang itu ? saya akan membuktikan bahwa kisah kedatangan Anak Manusia 2000 tahun yang lalu itu hanyalah mitos belaka yang hanya pantas untuk anak-anak ingusan.  Itu saja pernyataan saya !!!!!!</p>
<p>Demikianlah para teolog  itu telah mengutarakan sedikit pandangan teologis mereka tentang Tuhan.  Mungkin diantara kita ada yang berpikir dan berpendapat bahwa sedikit sedikit pandangan mereka saja sudah cukup mengejutkan kita, apalagi kalau buku mereka telah diterbitkan.  Bisa-bisa tulisan-tulisan mereka mengguncangkan keyakinan banyak orang diseluruh dunia.  namun pertanyaannya, benarkah pandangan-pandangan mereka itu ?</p>
<p>Kalau kita cermati pandangan para teolog fiktif tersebut, tampaknya keyakinan atau kepercayaan para teolog itu dianut juga oleh sebagian orang saat ini, yaitu orang yang tidak percaya kepada Tuhan, orang yang percaya pada Tuhan tetapi mereka hidup berdasarkan kebenaran diri sendiri, dan orang yang sangat mengagungkan keberadaan manusia diatas segalanya.</p>
<p>Kelompok-kelompok itulah yang selalu bersaing untuk mempertahankan pandangan mereka masing-masing, bahkan berusaha mengungguli atau mendominasi pandangan kelompok lain.  kapan persaingan itu akan berhenti ?  Tidak ada yang tahu pasti sebab masing-masing berusaha untuk memenangkan persaingan atas pendapat mereka tentang Tuhan.</p>
<p>Yang jelas, manusia sering mengurung Tuhan.  Seolah-olah Tuhan hanya sebatas dan sejauh genggaman tangan kita atau Tuhan itu hanya sebatas pemikiran kita.  Hal tersebut dibuktikan dari kecendrungan kita  yang menganggap bahwa hanya pandangan kita sendiri saja yang paling benar.  Kebenaran tentang Tuhan seolah-olah tunduk pada keyakinan manusia.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-633" title="My-Shepherd-Posters" src="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/08/my-shepherd-posters.jpg?w=207&#038;h=260" alt="My-Shepherd-Posters" width="207" height="260" /></p>
<p>Dengan adanya polemik ini sebenarnya memunculkan pertanyaan, apakah manusia secara tulus mau mempercayai Tuhan dan menyembah Tuhan  ?  Atau sebaliknya, apakah secara diam-diam manusia justru hanya ingin menyembah egonya ?, pengertiannya ?.  Apakah manusia sungguh-sungguh ingin menyembah Tuhan atau manusia hanya ingin menyembah dirinya sendiri ?</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan ini yang seharusnya kita jawab.</p>
<p>From :  Suhandhy Susantio</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sussykelly.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sussykelly.wordpress.com/625/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sussykelly.wordpress.com&amp;blog=4220865&amp;post=625&amp;subd=sussykelly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sussykelly.wordpress.com/2009/08/11/god-teolog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d56b5c8a1dad987257368bb62a27da8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sussy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/08/man.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">man</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sussykelly.files.wordpress.com/2009/08/my-shepherd-posters.jpg?w=232" medium="image">
			<media:title type="html">My-Shepherd-Posters</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
