Someday……….


Dua hari saya tidak bisa menulis alasannya karena ada begitu banyak pekerjaan dirumah yg perlu segera diselesaikan dan juga  beberapa hal lain yang menyita perhatian.  Padahal saya sudah berjanji untuk setiap hari harus menulis sesuatu.  Bikin jurnal seperti ini-lah.  Tapi apa daya tangan tak sampai…maksudnya…. apa daya saya baru bisanya buat janji tapi belum sepenuhnya mampu menggenapi janji.  Belum bisa komit penuh untuk laksanakan janji  berlatih menulis setiap hari.  Mengapa saya harus mulai belajar menulis setiap hari ? sebabnya adalah bahwa saya yang belajar ilmu komunikasi seharusnya juga mampu berkumunikasi dengan baik secara tertulis. namun kenyataannya tidak sepenuhnya bisa. Teman saya bilang, tulisan kamu membingungkan.  Suami saya bilang tulisan saya kacau, sebab kadang judul dan isi kurang nyambung, jadinya tidak conect. Penjelasan yang bertele-tele dan diksi-nya kurang tepat.  Tapi daripada duduk terpaku & kecewa & frustasi & tidak mau menulis lagi karena takut kritikkan pedas mereka-mereka itu, mending coba-coba saja terus, siapa tau besok lusa jadi lebih baik.  Cara satu-satunya ya….berlatih setiap hari.  Itu alasan pertama.  Alasan kedua adalah saya suka membaca khususnya membaca tulisan dari beberapa orang yang menurut saya begitu pandai berbicara lewat tulisannya. Saya kagum pada mereka yg pandai memilih kata-kata yang tepat lalu merangkainya dalam suatu susunan kata-kata dan akhirnya membentuk untaian kalimat yang indah dan memberi pengertian yg dalam dan kejelasan bagi yang baca.  Sedangkan saya…… saksikan saja sendiri, saya belum mampu dan belum dapat melakukannya dengan mudah.  Untuk satu kalimat yang baik saja, saya perlu waktu yang lama dan perlu berkali-kali memilih-bongkar pasang-utk menempatkan kata yang tepat. Dengan hasil, baru seperti ini. Itulah saya. Tapi sudahlah….saya mau tinggalkan “pergumulan pribadi” saya itu dan masuk saja pada inti tulisan hari ini.

Saya senang hari ini karena semua kegiatan boleh berjalan dengan baik.  Jam 3 sore tadi anak-anak yang mengikuti class computer & English hadir semua, mereka bersemangat, antusias belajar dan ceria.  Saya ikut senang jadinya.  Sementara mereka menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan saya berpikir  bahwa ternyata masih ada begitu banyak anak-anak lain didaerah ini yang jangankan belajar ttg tekhnologi seperti mereka sore ini, baca tulis saja belum bisa.  Ada pula yang usia produktif sekolah tapi nyatanya mereka buta huruf, tidak sekolah. Adapula  yang hanya sampai bangku klas 3 SD, tidak sedikit yg DO, putus sekolah karena kekurangan biaya, atau orang tua yang mengharuskan mereka berhenti sekolah karena mereka perlu tenaga ekstra yg bisa bantu mereka  berkebun.  Ada seorang anak yang bantu-bantu  kami disini ternyata dia hanya sampai kelas 3 SD.  Apa yang dapat kami harapkan dari seseorang yg sekolahnya hanya sampai kelas 3 SD.  Pekerjaan apa yang cocok dan pantas untuknya ?
Kira-kira pada umur 16-17an tahun, setamat setamat sekolah, dgn modal bahasa Inggris yg pas-pasan, bisa mengoperasikan prog. Computer, saya memutuskan untuk masuk dunia kerja yg ternyata cukup keras bagi anak seusia saya, dgn modal seminim yg saya miliki pada saat itu.  Sebuah Perusahaan membuka lowongan pekerjaan untuk cabang baru yg akan segera dibuka, diumumkan diradio, lalu saya mendengarnya, menyiapkan segala sesuatu yg diperlukan sebagai syarat, melamar disitu, test dan wawancara, dan ternyata diterima. Hoooreeeeeee………………..huhuuuuuuuuuuuuuuuiiiiii…..senangnya tak terhingga.  Kami bukan berasal dari keluarga yang mampu, sehingga memperoleh pekerjaan dengan modal minim seperti itu amat,sangat, luar biasa menggembirakan, Amazing, supraise…khusus buat saya si pelamar.  Umur saya pada saat itu kalo tak salah 17-an tahun.  Saya sobek pemberitahuan lulusan PMDK saya untuk lanjutkan sekolah dan mulai berkemas mempersiapkan diri untuk ditraining dan ditempat di new branch di daerah baru, dgn masa percobaan selama 3 bln.
Bye-bye sekolah…..kita akan ketemu  2 atau 3 tahun lagi, sekarang saya mau kerja dulu, kumpulin uang dulu, rasakan bagaimana dunia kerja itu….membeli sesuatu dgn uang hasil kerja sendiri, pasti nikmat. Itu yg ada dipikiran saya waktu itu….He…he…

Lalu saya akhirnya punya uang sendiri, punya banyak pengalaman berharga yg dikumpulkan pada masa-masa bekerja itu, bisa mandiri, senang bisa mengurus diri sendiri dan punya banyak sahabat dan kenalan. Sayapun  tau artinya kerja keras,  susahnya belajar menyesuaikan diri dilingkungan yang benar-benar baru, bagaimana menghadapi rasa ketakutan menghadapi apa yang disebut perubahan, bagaimana mengatur uang dengan benar sehingga bisa mencukupi kebutuhan dan mengirimkannya kepada orang tua.   Bagaimana menghadapi orang-orang dgn aneka tabiat, karakter dan perangai, bagaimana memikul beban yang berat melebihi kemampuan kita, bagaimana menjaga diri didalam pergaulan, bagaimana membagi waktu untuk melayani Tuhan dan juga pekerjaanNya ditengah kesibukan mencari nafkah, dll,dll.
Karena itu, setelah punya uang sendiri, bisa sekolah, tau beberapa prinsip kerja yang baik, diselamatkan oleh Tuhan dari hidup yang sia-sia, saya akhirnya selalu terbeban dgn anak-anak yg karena keadaan tertentu, tidak dapat akses yang layak, untuk bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Saya selalu berharap kalau Tuhan berkenan dan buka jalan saya ingin membuka sejenis wadah sebagai pusat belajar- khusus untuk anak-anak yang kurang mampu, for free !.  Someday……

[Sunting]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.